KLHS Pemindahan Ibu Kota Baru Singgung Perlindungan Satwa

"Kalau ada infrastruktur misalnya ada jalan harus dibuat fly over atau underpass, sehingga habitat orang utan dan sebagainya tidak terganggu."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Des 2019 10:00 WIB

Author

Dian Kurniati

KLHS Pemindahan Ibu Kota Baru Singgung  Perlindungan Satwa

Petugas merawat orang utan yang bernama Iskandar di Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (2/12/2019).

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah merampungkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai kajian pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, hal pertama yang menjadi perhatian KLHS adalah soal daerah aliran sungai (DAS) berukuran kecil yang tersebar luas di seluruh Kalimantan Timur.

Selain itu, KLHS juga menyoroti konservasi habitat satwa liat di kawasan tersebut, seperti orang utan dan bekantan.

"Caranya adalah dalam pembangunannya memperhatikan pembangunan dan pergerakan di wilayah intensitas tinggi di wilayah jelajahnya. Kalau ada infrastruktur misalnya ada jalan harus dibuat fly over atau underpass, sehingga habitat orang utan dan sebagainya tidak terganggu. Kemudian penataan lanskap untuk revitalisasi hutan hujan tropis menjadi kawasan hutan lindung, reklamasi, dan sebagainya," kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/12/2019).

Siti mengatakan, KLHS kemudian merekomendasikan pembangunan struktur kawasan ibu kota baru harus menyesuaikan karakter utama lingkungan di Kalimantan Timur. Ia berkata, karakter di wilayah tersebut berupa hutan hujan tropis, sehingga struktur ruangnya harus berdimensi jaringan hijau utama, jaringan hijau sekunder, serta jaringan terbuka berbasis air karena banyak terdapat sungai kecil.

Siti berkata, KLHK juga akan menyiapkan area milik pemerintah seluas 180 hektar yang bakal menjadi kawasan ibu kota baru. Misalnya, dengan membebaskan 60 ribu hektar lahan dari PT. ITCI Hutani Manunggal dari konsesi hutan produksi. Selain itu, KLHK tengah penyiapan 10 juta bibit tanaman untuk melindungi dan memulihkan lingkungan yang rusak di Kalimantan Timur. Siti berkata, penanaman pohon akan mengutamakan area hutan yang menjadi habitat satwa liat, untuk menghidarkannya berinteraksi dengan manusia.
Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban