Istana Kepresidenan Akan Dibangun di Puncak Bukit Sudharmono

Meski berada di puncak bukit, Jokowi meyakini istana kepresidenan dan kantor-kantor pemerintah lainnya tetap akan mudah diakses, setelah pembangunan jalan rayanya rampung.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 18 Des 2019 12:03 WIB

Author

Dian Kurniati

Istana Kepresidenan Akan Dibangun di Puncak Bukit Sudharmono

Presiden Joko Widodo dengan Gubernur Kaltim Isran Noor memantau lokasi ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Nu

KBR, Penajam Paser Utara - Presiden Joko Widodo berencana membangun istana kepresidenan di puncak Bukit Sudharmono di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Jokowi mengatakan keberadaan istana kepresidenan tersebut akan berada pada kluster pemerintahan, termasuk gedung-gedung kementerian/lembaga.

Meski berada di puncak bukit, Jokowi meyakini istana kepresidenan dan kantor-kantor pemerintah lainnya tetap akan mudah diakses, setelah pembangunan jalan raya rampung.

"Tempatnya kira-kira yang kita lihat tadi di sana. Di situ, tempat paling tinggi, kemudian istananya juga di sekitar itu, kementerian-kementerian juga di sekitar tadi kita berhenti," kata Jokowi di kawasan Bukit Sudharmono, Selasa (17/12/2019).

"Apa tidak menyulitkan?" tanya wartawan.

"Justru ini kontur yang sangat bagus, bukan menyulitkan. Kalau arsitek atau urban planner diberi sebuah kawasan naik-turun bukit, pasti akan senang. Lihat saja nanti. Desainernya pasti akan senang sekali," jawab Jokowi.

Jokowi mengatakan, lokasi detail dan desain istana kepresidenan beserta gedung-gedung pemerintahan akan diserahkan pada arsitek dan ahli tata kota profesional.

Menurutnya, proses perencanaannya memerlukan waktu enam bulan, sehingga proyeknya bisa mulai dibangun pada pertengahan 2020. Bersamaan dengan pengerjaan istana dan gedung-gedung pemerintahan, proyek jalan raya juga akan berjalan.

Sejak Selasa hingga Rabu (17-18 Desember 2019) Presiden Jokowi meninjau Bukit Sudharmono yang akan menjadi kluster pemerintahan. Saat Jokowi tiba, Kecamatan Sepaku sedang hujan, sehingga jalanan tanah berubah menjadi lumpur yang licin.

Lahan tersebut merupakan kawasan bekas konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT ICTI Hutani Manunggal, milik Sukanto Tanoto. Area bekas konsesi tersebut seluas 56 ribu hektar, yang akan menjadi bagian dari 256 ribu hektar lahan yang dicadangkan untuk kawasan ibu kota baru.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru

Kabar Baru Jam 8