Ini Alasan Kenapa Harga Bawang Merah dan Telur Ayam Naik

"Alhamdulillah, sampai dengan hari ini pasokan aman, mencukupi. Tidak ada orang berebut antri membeli makanan. Dan harga pun kami kendalikan," kata Agung Hendriadi.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Des 2019 15:23 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Ini Alasan Kenapa Harga Bawang Merah dan Telur Ayam Naik

Panen bawang merah di Semarang. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian mengklaim harga komoditas pangan stabil hingga akhir tahun ini. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menyampaikan, tidak hanya harga komoditas pangan yang stabil, tapi pasokannya pun terbilang aman hingga Selasa, 31 Desember 2019 ini. Harga maupun pasokan komoditas pangan, katanya, terjaga di seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah, sampai dengan hari ini pasokan aman, mencukupi. Tidak ada orang berebut antri membeli makanan. Dan harga pun kami kendalikan. Saya menggunakan angka atau harga dari data BPS (Badan Pusat Statistik) saja. Karena yang melaporkan harga yang formal kan BPS. Tidak ada kenaikan harga yang berarti, bahkan sebagian cenderung tidak naik," ujar Agung Hendriadi di Toko Tani Center, Jakarta Selatan.

Meski begitu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengakui, ada dua komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga, yaitu bawang merah dan telur ayam. Tetapi kata Agung, alasan kenaikan harga bawang merah dan telur ayam itu masih masuk akal.

"Kenapa harga bawang merah naik? Karena dua bulan yang lalu, bawang merah pernah jatuh harganya sampai dengan Rp20.000 per kg di pasar. Sekarang kembali ke normal. Normalnya Rp32 ribu, sesuai harga acuan pemerintah yang dikeluarkan Menteri Perdagangan," katanya.

Harga bawang merah Rp32.000 per kg merupakan harga rata-rata di Indonesia. Ia tidak menampik jika ada pasar yang menawarkan bawang merah dengan harga berbeda. Sebab beberapa daerah memiliki berbagai kelas pasar dan rantai pasokan tertentu. Tetapi, menurutnya, pemerintah tetap terus berupaya melakukan pengawasan ketat.

Lain halnya dengan harga telur ayam. Agung Hendriadi memperkirakan, kenaikan harganya dikarenakan ada gangguan pada proses distribusi. Cuaca buruk misalnya, membuat distribusi telur ayam melambat, sehingga itulah yang membuat harganya naik.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Membangun Empati Lewat Berbagi Pangan

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12