Dinkes: Pengidap HIV/AIDS di Bali Bertambah 100-an Orang per Bulan

"Yang kelihatan, baru 22.034 sehingga ada 9.000 kasus yang masih ada di bawah permukaan."

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Des 2019 14:03 WIB

Author

Adi Ahdiat

Dinkes: Pengidap HIV/AIDS di Bali Bertambah 100-an Orang per Bulan

Ilustrasi. (Foto: Sham Hardy/Flickr/Creative Commons)

KBR, Jakarta - Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali, kasus HIV/AIDS di Bali bertambah 100-120 orang setiap bulannya.

Namun, menurut Kepala Dinkes Bali Ketut Suarjaya, temuan itu merupakan 'puncak gunung es', yakni baru bagian kecil saja dari seluruh fenomena yang ada. 

"Dari estimasi jumlah kasus yang ada secara epidemiologi ada sekitar 31 ribu (pengidap HIV/AIDS) di Bali. Dan kasus ini seperti fenomena gunung es di mana yang muncul di permukaan, yang kelihatan, baru 22.034 sehingga ada 9.000 kasus yang masih ada di bawah permukaan," kata Ketut, seperti dilansir Antara, Senin (2/12/2019).

Ketut menyebut pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan 9.000 kasus HIV/AIDS yang belum terdeteksi, semisal dengan melakukan pemeriksaan pada orang-orang yang berisiko tertular.

"Kalau seluruh kasus bisa ditemukan dan semua yang terinfeksi bisa menjalani pengobatan, maka kualitas hidup orang yang terinfeksi bisa ditingkatkan dan penularan HIV/AIDS bisa ditekan," jelasnya lagi.


Baca Juga: Jumlah ODHA Meningkat, Kebanyakan Ibu Rumah Tangga


Tes HIV Sukarela

Kepala Dinkes Bali Ketut Suarjaya memastikan saat ini pemerintah menyediakan obat anti-retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS. Pemerintah juga membuka layanan tes HIV sukarela hingga di tingkat puskesmas. 

Ketut menganjurkan pasangan yang berisiko terinfeksi HIV/AIDS agar melakukan tes tersebut.

"HIV utamanya menular melalui kontak cairan tubuh dan penggunaan jarum suntik secara berganti-ganti," jelas Ketut.

Menurut Dinkes Bali, hampir 80 persen kasus HIV/AIDS di Bali terjadi pada warga berusia 15-59 tahun yang aktif secara seksual.

Di Bali, kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan di Kota Denpasar (8.287) disusul Kabupaten Badung (3.706), Buleleng (3.150), Gianyar (1.603), Tabanan (1.305), Jembrana (1.128), Karangasem (834), Bangli (460), dan Klungkung (446).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor