Ada Aksi Larang Perayaan Natal, Jokowi Peringatkan Kepala Daerah

"Tegas konstitusi kita menjami memeluk agama dan kepercayaan masing-masing."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 18 Des 2019 11:57 WIB

Author

Dian Kurniati

Ada Aksi Larang Perayaan Natal, Jokowi Peringatkan Kepala Daerah

Ilustrasi hiasan Natal. (Foto: Herve Bry/Flickr/Creative+Commons)

KBR, Balikpapan - Presiden Joko Widodo mengingatkan dua bupati di Sumatera Barat yang di wilayahnya terdapat larangan merayakan Natal. Jokowi mengingatkan agar semua pihak patuh pada amanat konstitusi.

Kejadian pelarangan perayaan Natal dilakukan oleh tokoh adat dari Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Jokowi mengatakan, konstitusi sudah memerintahkan agar negara menjamin kebebasan warganya dalam beragama.

"Di negara ini, konstitusi kita menjamin. Sudah jelas, tegas, di konstitusi kita. Tegas konstitusi kita menjami memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Tidak ada yang perlu diragukan untuk itu," kata Jokowi Hotel Novotel, Balikpapan, Rabu (18/12/2019).

Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang sebelumnya melaporkan adanya pelarangan perayaan Natal 2019 oleh anggota polisi di Kabupaten Sijunjung. Jemaat yang ingin merayakan Natal diwajibkan mengirim surat izin pada pemerintah daerah.

Presiden Joko Widodo juga sempat menjamin perayaan Natal dan tahun baru 2020 akan berlangsung lancar, termasuk tak ada penyisiran (sweeping) rumah ibadah dari kelompok intoleransi.

Jokowi pun memerintahkan Kapolri Idham Azis memberikan penjagaan ketat untuk tiap gereja, untuk mencegah berbagai ancaman dan konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dalam penjagaan Natal dan tahun baru tersebut, Jokowi juga memerintahkan Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Intelijen Budi Gunawan ikut membantu kerja Kapolri menghadapi setiap potensi gangguan keamanan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban