Ini Penyebab Bareskrim Tolak Laporan FPI Terkait pernyataan Gus Muwafiq

"Kita sudah diskusi oleh pihak penyidik, mereka siap menerima. Akan tetapi, ada salah satu syarat yang tadi kurang"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Des 2019 23:35 WIB

Author

Kevin Candra

 Ini Penyebab Bareskrim Tolak  Laporan FPI Terkait pernyataan Gus Muwafiq

Tangkapan layar rekaman video saat Gus Muwafiq ceramah di pengajian Maulid di dusun Tempel, Yogyakarta, Rabu (06/11/19).

KBR, Jakarta- Tim Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) melaporkan KH Ahmad Muwafiq kepada Bareskrim Mabes Polri, terkait dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad. Kepala Tim Bantuan Hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan, Laporan tersebut belum dapat diproses oleh Mabes Polri karena syarat belum terpenuhi.

"Kita sudah diskusi oleh pihak penyidik, mereka siap menerima. Akan tetapi, ada salah satu syarat yang tadi kurang yakni: terjemahan bahasa Jawa. Itu tadi sudah kita sudah kita koordinasi dengan penerjemah. Inshaallah besok jadi, besok kita tinggal nerima nomer LP nya dan segala macem," ujar Kepala Tim Bantuan Hukum FPI Aziz Yanuar di Bareskrim Mabes  Polri, Selasa (03/12/2019).

Aziz Yanuar Mengatakan, setelah segala sesuatu sudah disertakan untuk memperkuat Laporan. Selain itu  mempersiapkan penerjemah bahasa jawa untuk mengartikan apa yang dimaksud dalam ceramah tersebut.

Sebelumnya, potongan video ceramah   Gus Muwafiq  di dusun Tempel, Purwodadi, Jateng pada Rabu (0611/19) disebarkan oleh pihak tertentu. Dalam video ceramah maulid Nabi  sepanjang hampir 2 jam itu, Gus Muwafiq bercerita tentang masa kecil Nabi Muhammad yang terancam dibunuh.

Gus Muwafiq sudah menyampaikan permintaan maafnya terkait ceramah tersebut. Kata dia, ceramah  itu berdasar pertanyaan milenial. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Majalah Time Menobatkan Greta Thunberg sebagai Person of the Year

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18