Usut E-KTP Tercecer, Polisi Panggil 18 Saksi

"18 saksi tersebut dimintai keterangannya terkait gudang e-KTP di Jakarta Timur dan prosedur yang dijalankan terkait penanganan e-KTP yang sudah tidak digunakan"

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 14 Des 2018 19:30 WIB

Author

Muthia Kusuma

Usut E-KTP Tercecer, Polisi Panggil 18 Saksi

Ilustrasi KTP Elektronik. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memeriksa 18 orang saksi terkait tercecernya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di persawahan Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, belasan saksi tersebut diminta keterangan terkait gudang e-KTP di Jakarta Timur dan prosedur yang dijalankan terkait penanganan e-KTP yang sudah tidak digunakan.

"Kita sudah sampaikan kemarin sudah 17 saksi ya. Kemarin kita juga menambah satu saksi lagi. Kita ingin menanyakan tentang masalah gudang KTP di situ. Materinya saya belum dapat gudang KTP itu. Kalau misalkan KTP yang sudah digunakan lagi, itu diapakan?" ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, (14/12/2018).

Juru Bicara Polda Metro Jaya Argo Yuwono menambahkan jika dalam perkembangan penyidikan diperlukan pernyataan dari pejabat di Kementerian Dalam Negeri, tidak menutup Kepolisian akan melakukan jadwal pemanggilan pejabat sebagai saksi terkait tercecernya KTP-el kedaluwarsa ini.

Ribuan KTP elektronik ditemukan anak-anak yang sedang bermain di persawahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, (8/12/2018) lalu.

Kondisi KTP-el itu tidak tercacah. Namun menurut Mendagri, Tjahjo Kumolo KTP-el produksi 2011 tersebut sudah tidak berlaku sebab ada perubahan keterangan yang dimuat dalam KTP-el tersebut.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.