Tsunami Pandeglang, Belasan Peserta Family Gathering PLN Meninggal

"Kami masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban, kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat"

BERITA | NASIONAL

Minggu, 23 Des 2018 12:02 WIB

Author

Kurniati

Tsunami Pandeglang, Belasan Peserta Family Gathering PLN Meninggal

Korban dampak tsunami yang melanda pantai Tanjung Lesung, Banten, Sabtu malam. (Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)

KBR, Jakarta- Sebanyak 14 orang peserta family gathering PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat dilaporkan meninggal, usai tsunami melanda Pantai Tanjung Lesung di Banten, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.37 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan pada Minggu, sekitar pukul 11.00 WIB, dilaporkan korban family gathering dari PT PLN  yang selamat berjumlah 157 orang, dan yang hilang atau tidak bisa dihubungi mencapai 89 orang.

"Jumlah yang selamat itu termasuk korban luka berat. Sementara total peserta family gathering PLN mencapai 260 orang. Kami masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban, kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima KBR di Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Saat ini, PT PLN masih melakukan upaya evakuasi, pendataan serta pencarian peserta family gathering di sekitar Pantai Tanjung Lesung.

Sutopo melanjutkan, PLN juga telah mengirimkan 36 ambulan, untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Sementara untuk kondisi kelistrikan pascabencana, PLN sedang melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan.

"Terdapat 142 gardu yang berhasil dinyalakan, sementara gardu yang masih padam yakni 108 gardu. Selain itu terdapat 2 tiang SUTM Roboh akibat diterjang Tsunami," tambah Sutopo. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN