Retakan Tanah Keluarkan Gas dan Api, PVMBG Datangi Banjarnegara

Fenomena retakan yang mengeluarkan api ini sempat membuat warga Mojotengah resah. Mereka khawatir ada aktivitas vulkanik atau gas beracun yang membahayakan warga.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 12 Des 2018 12:39 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Retakan Tanah Keluarkan Gas dan Api, PVMBG Datangi Banjarnegara

Peta Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

KBR, Banjarnegara – Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Dieng, Jawa Tengah mendatangi lokasi retakan tanah akibat longsor di Desa Mojotengah, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Retakan itu mengeluarkan gas dan mengeluarkan api.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng PVMBG, Surip memastikan api dari retakan itu muncul lantaran ada gas yang keluar dari retakan. Hanya saja, PVMBG belum bisa menyimpulkan jenis gas itu. Surip menduga api terjadi karena terpantik oleh aktivitas manusia.

Dari observasi di lapangan dan wawancara dengan warga, kata Surip, belum diketahui pasti siapa atau apa yang memantik api di retakan ini. Sebab, warga mengklaim menemukan retakan itu sudah dalam keadaan menyala.

Pada Selasa hingga Rabu ini, PVMBG memeriksa keberadaan retakan yang mengeluarkan gas ini. Saat tim memeriksa retakan di Dusun Mojotengah ini, kondisi retakan sudah stabil dan berhenti mengeluarkan gas.

Meski begitu, Surip mengatakan PVMBG tetap akan melanjutkan pemeriksaan untuk mengetahui jenis gas yang keluar dari kawasan ini. Dari sisa gas yang masih ada di dalam retakan, PVMBG tak mendeteksi potensi gas beracun.

“Gas-gas yang berbahaya di udara nihil. Artinya tidak ada gas yang berbahaya. Tim yang dari pusat akan turun ke lapangan. Semua kawasan tersebut adalah tanah yang labil, jadi retak-retak semua akibat dari longsor. Yang keluar gas cuma satu titik. Kemudian kita gali sedalam 30 sentimeter. Tidak ditemukan gas berbahaya. Mungkin gas alam,” kata Surip di Banjarnegara, Rabu (12/12/2018).

Dia menduga gas yang keluar itu merupakan gas alam. Belum dapat dipastikan apakah gas itu berasal dari bahan bakar fosil yang berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan dan mikroorganisme. Begitu juga usianya, apakah tersimpan dalam tanah dalam jangka waktu pendek atau sudah jutaan tahun.

Hari ini PVMBG akan kembali memeriksa retakan ini dan membawa sampelnya ke laboratorium agar diketahui kandungan jenis gasnya.

Surip mengatakan fenomena retakan yang mengeluarkan api ini sempat membuat warga Mojotengah resah. Mereka khawatir ada aktivitas vulkanik atau gas beracun yang membahayakan warga.

Kawasan ditemukannya retakan yang mengeluarkan gas itu merupakan wilayah tanah labil. Nyaris semua kawasan di daerah ini mengalami retak-retak akibat longsor.  

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.