Rayakan Pergantian Tahun, Ini Imbauan BMKG

"Yang masih paling perlu diwaspadai adalah mungkin banyak yang berencana mengadakan pesta tahun baru di pesisir, di pantai. Ini perlu waspada karena kecepatan angin yang sangat tinggi di pesisir"

BERITA , NASIONAL

Senin, 31 Des 2018 12:49 WIB

Author

Astri Septiani

Rayakan Pergantian Tahun, Ini Imbauan BMKG

Ilustrasi cuaca buruk di pesisir pantai. (Foto: Antara/Jojon)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, terutama yang ingin merayakan pergantian tahun untuk waspada terhadap angin kencang, hujan deras dan gelombang tinggi di pesisir utara dan selatan Pulau Jawa.

Prakirawan cuaca BMKG, Nanda Al Fuadi menjelaskan, untuk wilayah Jakarta dan Bogor (termasuk kawasan wisata Puncak), diperkirakan tidak akan hujan dan kondusif untuk perayaan malam tahun baru. Namun, warga harus tetap waspada, karena angin yang berhembus cukup kencang.

Selain itu, pesisir timur Lampung dan Sumatera Selatan juga berpotensi hujan malam ini.
 
“Yang masih paling perlu diwaspadai adalah mungkin banyak yang berencana mengadakan pesta tahun baru di pesisir, di pantai. Ini perlu waspada karena kecepatan angin yang sangat tinggi di wilayah pesisir. Yang perlu diwaspadai di sepanjang pesisir selatan Jawa, pesisir utara Jawa hingga ke Nusa Tenggara Barat yang perlu diwaspadai, baik potensi hujan maupun potensi gelombang tinggi, karena konsentrasinya di 2 wilayah itu,” kata Nanda pada KBR, Senin (31/12/18).

Prakirawan BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai di Indonesia bagian timur, terutama di sebagian Maluku Selatan karena potensi gelombang gelombang tinggi yang cukup besar.

Disinggung mengenai wisatawan dan warga yang ingin merayakan malam tahun baru di Bali, prakirawan BMKG, Nanda Al Fuadi menyebut, hujan dengan intensitas ringan akan turun di Bali Timur, hingga ke Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Prakiraan adanya gelombang tinggi dan angin kencang di beberapa wilayah di Indonesia akan berlangsung hingga tanggal 5 Januari mendatang," pungkasnya.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.