Pembakaran Polsek Ciracas, Kodam Jaya Selidiki Keterlibatan Anggota TNI

Artinya pelaku ini kan banyak masif kan malam itu, pada malam hari dilakukan dengan berpakaian preman, kita tidak bisa menuduh itu anggota TNI langsung

BERITA | NASIONAL

Jumat, 14 Des 2018 15:35 WIB

Author

Winna Wijaya

Pembakaran Polsek Ciracas, Kodam Jaya Selidiki Keterlibatan Anggota TNI

Anggota kepolisian mengatur lalu lintas di depan Polsek Ciracas yang dirusak dan dibakar massa. (Foto: Antara/Kahfie kamaru)

KBR, Jakarta- Komando Daerah Militer Jaya sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan anggota TNI dalam aksi pengrusakan dan pembakaran Mapolres Ciracas, Jakarta Timur, Selasa lalu (11/12/2018).

Juru Bicara Kodam Jaya, Kristomei Sianturi memastikan akan memberikan hukuman jika terbukti penyerang dari kalangan TNI.

"Artinya pelaku ini kan banyak masif kan malam itu, pada malam hari dilakukan dengan berpakaian preman, kita tidak bisa menuduh itu anggota TNI langsung. karena juga yang menjadi korban tidak hanya polisi. Tetapi juga kendaraan TNI juga rusak," kata Kristomei kepada KBR, Jumat (14/12/2018).

Kristomei mengatakan, TNI terus mencari tahu adanya indikasi kelompok-kelompok lain yang ingin mengacaukan suasana di Mapolsek Ciracas.

Baca: Siapa Pelaku Pembakaran Polsek Ciracas? Ini Fokus Polisi

Ia bersikukuh video dan foto yang menyebar terkait teriakan 'komando' itu, belum tentu anggota TNI, karena penyelidikan Polisi Militer (POM) TNI AD sedang berlangsung dengan menyebarkan gambar dan video itu kepada para komandan dan jajaran kodam untuk meneliti apakah terdapat anggotanya yang terekam di dalamnya.

"Artinya kita saat ini menyelidiki, menginvestigasi dari rekaman depan gambar video yang ada tadi kita sebarkan seluruhnya kepada satuan-satuan jajaran di Kodam Jaya untuk mengecek apakah ada wajah-wajah yang dikenali dari foto tadi. Kan Komandan Satuannya harusnya tahu kepada anggota-anggotanya," jelas Kristomei.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat diminta Tingkatan Kualitas Pengamanan Pejabat Negara