Disebut Terlibat Coalruption, Luhut Tantang Empat LSM

"Ya ada bisnis saya di batubara. Ada. Tapi surat-suratnya public company, bisa dilihat. Kan enggak bisa public company kalau masih ada dampak lingkungan," kata Luhut.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 18 Des 2018 14:19 WIB

Author

Dian Kurniati

Disebut Terlibat Coalruption, Luhut Tantang Empat LSM

Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Panjaitan menantang empat Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang menyebut bisnis batu bara miliknya sebagai pendanaan politik atau coalruption.

Menurut Luhut, jabatannya sebagai menteri tak memberi keuntungan khusus untuk perusahaan miliknya, PT Toba Sejahtera yang juga membawahi perusahaan batubara.

Apalagi, kata Luhut, dirinya sudah tak aktif mengurus bisnisnya sejak menjabat menteri, empat tahun lalu.

"Bagus itu, ditindak aja. Ya ada bisnis saya di batubara. Ada. Tapi surat-suratnya public company, bisa dilihat. Kan enggak bisa public company, kalau masih ada dampak lingkungan. Bisa tidak? Itu aja sih," kata Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/12/2018).

Bagaimana dengan kepentingan saat Luhut menjabat Menko Maritim?

"Enggak ada. Kalau ada ya ditindak saja. Saya pun ditindak kalau saya salah," jawab Luhut.

Luhut mengatakan, kepemilikannya di PT Toba Sejahtera sangat kecil, hanya 9,99 persen.

Ia juga mulai menjual saham perusahaannya kepada beberapa investor lain sejak 2014, termasuk investor dari Singapura.

Luhut juga memastikan semua perizinan lingkungan perusahaannya berjalan baik, karena termasuk perusahaan publik yang mudah diawasi.

Ia juga sangat memahami bahayanya konflik kepentingan saat mencampurkan urusan politik, pemerintahan, dan bisnis.

Baca: Coalruption, 'Perselingkuhan' Pejabat dan Bisnis Batu Bara

Luhut mengklaim ia sudah tak mengurusi bisnisnya di PT Toba Sejahtera, karena malu, apalagi saat menjabat di pemerintahan.

Semula, Luhut memiliki 99,9 persen saham di PT Toba Sejahtera. Pada 2017, PT Toba Sejahtera mengklaim Luhut telah menjual 90 persen saham miliknya di perusahaan itu senilai sekitar Rp1 triliun. Direktur Utama PT Toba Sejahtera, Justarina Naiborhu mengatakan saham Luhut di PT Toba Sejahtera tinggal 9,9 persen.  

Editor:  Kurniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.