Bupati Banyuwangi Larang Acara Tahun Baru di Pinggir Pantai

Keputusan itu berlaku juga untuk pertunjukan musik, baik dangdut, rock dan jenis musik lainnya.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 27 Des 2018 22:37 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Bupati Banyuwangi Larang Acara Tahun Baru di Pinggir Pantai

Ilustrasi: Pemandangan laut di salah satu bukit di Pulau Rinca.

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melarang segala bentuk pergelaran acara menyambut Tahun Baru 2019 dilaksanakan di pinggir pantai di daerahnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan larangan itu diberlakukan menyusul adanya prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi yang menyebut adanya potensi gelombang tinggi di perairan Banyuwangi, terutama di Laut Selatan Jawa.

Selain itu, larangan juga diberlakukan karena ada kekhawatiran terjadi gelombang tinggi atau tsunami, seperti yang terjadi di Selat Sunda, 22 Desember 2018 lalu.

Azwar Anas mengatakan larangan itu berlaku baik untuk pertunjukan musik, baik dangdut, rock dan jenis musik lainnya. Ia mengatakan, Pemerintah Banyuwangi akan memberi izin jika kegiatan tahun baru diisi hal positif, seperti berdoa untuk keselamatan bangsa dan bakti sosial.

“Tari-tari yang erotis di pantai apalagi tahun baru kita larang. Kalau mau nari di pinggir gunung saja, jangan di pinggir pantai. Sudah saya minta ke semua camat, ke EO (event organizer) yang akan gelar nyanyi-nyanyi karaoke erotis di pantau, kalau mau nyanyi jangan di pantai di Banyuwangi,” kata Abdullah Azwar Anas, Kamis (27/12/2018).

Kabupaten Banyuwangi mempunyai garis pantai terpanjang di Jawa Timur mencapai 175,8 kilometer.

Hampir di semua garis pantai itu terdapat beraneka jenis pilihan destinasi wisata bahari. Mulai dari wisata bahari Bansring Under Water, Gren Watudodol, Pulau Merah, Teluk Hijau dan sejumlah destinasi wisata pantai lainya.

Azwar Anas mengintruksikan seluruh lurah, camat dan pemangku kepentingan lain untuk tidak mengeluarkan izin perayaan malam Tahun Baru 2019 di pinggir pantai.

Ia juga mengajak masyarakat dan jajaran di bawahnya untuk menjadikan peristiwa tsunami di Banten dan Lampung sebagai pelajaran. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah