Satgas Tangkap 112 Kapal Pencuri Ikan, Mayoritas Berbendera Vietnam

"Saya mungkin akan mengusulkan kepada presiden untuk melakukan penenggelaman secara besar-besaran lagi, supaya ada lagi efek jera lagi"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 08 Des 2016 13:30 WIB

Satgas Tangkap 112 Kapal Pencuri Ikan, Mayoritas Berbendera Vietnam

Ilustrasi: Penenggelaman kapal pencuri ikan. (Sumber: KKP)


KBR, Jakarta- Satgas 115 menyatakan telah menangkap 122 kapal ikan ilegal selama empat bulan terakhir. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas Illegal Fishing  mengatakan, periode ini dihitung sejak penenggelaman kapal terakhir pada 17 Agustus lalu yang mengeksekusi 61 kapal.

Kata dia, hasil ini menunjukkan pencurian ikan masih marak. Karenanya, Susi berencana mengusulkan dilakukannya kembali penenggelaman kapal besar-besaran kepada Presiden Joko Widodo agar menimbulkan efek jera.

"Melihat angka 122 tangkapan kita, dari Agustus-akhir November, berarti sebetulnya pencurian ikan masih banyak. Saya mungkin akan mengusulkan kepada presiden untuk melakukan penenggelaman secara besar-besaran lagi, supaya ada lagi efek jera lagi, karena ternyata ternyata 122 itu sangat banyak, walaupun bukan pemain-pemain besar, pemainnya lebih kecil-kecil tetapi ya sama juga transnational organized crime," kata Susi di KKP, Kamis (8/12/2016).

Susi menambahkan, 122 kapal yang ditangkap yang terbanyak memakai bendera Vietnam  yakni sebanyak 34 kapal, disusul Filipina 18 dan Myanmar 6. Pencurian ikan kembali marak, Susi menduga, lantaran masih adanya praktik kerja sama dengan aparat Indonesia.

"Karena laut mereka sudah tidak ada ikannya lagi, namanya penjahat, mencari celah, ada juga beberapa yang terindikasi kerja sama dengan aparat, jadi janjian. Patroli ke sana, yang curi ke sini, yang patroli ke sini yang curi ke sana," jelas Susi.

Susi mendorong proses hukum terhadap ratusan kapal tersebut dilakukan dengan cepat. Susi mengaku siap melakukan penenggelaman kapal sesuai putusan pengadilan.

Demi meningkatkan kinerja Satgas, Susi mengatakan akan menambah satu tim penyidik dari unsur Kepolisian. Selain itu, tim jaksa peneliti akan diperkuat.

"Saya akan menambah tim penyidik dari awalnya dua grup menjadi tiga grup yang terdiri atas unsur Bareskrim dan Baharkam Polri," tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7