Polda Metro: Said Iqbal Dimintai Keterangan Soal Hubungan Dengan Tersangka Makar

Polda Metro mengapresiasi sikap Said Iqbal yang mempercepat jadwal pemeriksaan yang semestinya dilakukan Kamis (15/12).

BERITA | NASIONAL

Selasa, 13 Des 2016 11:03 WIB

Author

Yudi Rachman

Polda Metro: Said Iqbal Dimintai Keterangan Soal Hubungan Dengan Tersangka Makar

Gedung Polda Metro Jaya. Foto: Nurjiyanto/KBR

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengatakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal akan dimintai keterangan soal hubungan buruh dengan tersangka makar. Juru Bicara Polda Metro Jaya, Raden Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengapresiasi sikap Said Iqbal yang mempercepat jadwal pemeriksaan yang semestinya dilakukan Kamis (15/12).

"Kita sambut baik ya kalau beliau mau mempercepat. Kita sih jadwalkan periksa dia di hari Kamis, tetapi dia mau percepat itu lebih baik cepat selesai," jelas Raden Argo saat dihubungi KBR, Selasa (13/12).

Raden Argo Yuwono memastikan status Said Iqbal dalam pemeriksaan hari ini hanya sebagai saksi. "Ya masih sebagai saksi keterkaitan dengan orang -orang tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memenuhi panggilan Polda Metro sebagai saksi kasus makar, pagi ini. Ia mengatakan kedatangannya didampingi kuasa hukum dari buruh.

Said menyatakan belum mengetahui akan diperiksa sebagai saksi untuk siapa.

"Itu sebenarnya (pemanggilan) hari Kamis, tanggal 15 Desember nanti. Tapi saya berkomunikasi dengan pihak Polda Metro, karena tanggal 15, saya berada di Nepal. Ada pertemuan serikat buruh se Asia Pasific dan saya bertemu dengan Dirjen ILO di sana. Jadi itu acara besar, saya minta dimajukan," jelas Said Iqbal saat dihubungi KBR, Senin (12/12).

Said melanjutkan, "Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ada LBH. Tentu kawan-kawan LBH akan ikut bersama saya. Dan teman-teman pengurus tadinya akan ratusan, tapi saya bilang ga usah karena ini saksi saja. Ya 30-40 orang mungkin ikut mendampingi dan mungkin ada Eggy Sujana."

Said Iqbal menambahkan akan melawan, jika nanti pada perkembangannya pemeriksaan saksi  menjadi penetapan tersangka. Sebab, kata dia, wacana makar yang ditudingkan pemerintah sebagai hal yang tak masuk akal.

"Pertama kita sudah berulang-ulang sampaikan melalui media. Sikap KSPI dan buruh Indonesia tidak ada makar yang dilakukan oleh siapapun, termasuk beberapa kawan yang sudah dinyatakan tersangka. Kami berpendapat tidak ada logistik dan pendanaan yang kuat. Jadi isu itu berlebihan. Karena itu yang kedua bilamana tuduhan tadi dituduhkan ke saya, seperti pertanyaan anda. Tentu kita akan menolak keras dan ada reaksi yang keras dari buruh," imbuhnya.

Meski demikian, ia memperkirakan Polda Metro tidak akan menjadikan dirinya sebagai tersangka makar. Sebab, selama aksi November dan awal Desember lalu, KSPI selalu berkomunikasi baik dengan Polda Metro Jaya.

Kepolisian telah menetapkan 12 tersangka terkait dugaan makar ini. Delapan orang disangkakan pasal pemufakatan jahat untuk makar, tiga orang disangkakan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan satu orang disangkakan penghinaan terhadap penguasa.

Editor: Sasmito 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

RUU Omnibus Law Hilangkan Tanggung Jawab Perusahaan Atas Karhutla

Kenali Gejala Serangan Jantung Sedini Mungkin