Pindah ke Rusun, Petani Telukjambe Karawang Keluhkan Air Kurang

"Untuk saat ini kendala kita dari waktu pertama itu pasokan air minum kurang, terus air untuk di kamar mandi gitu sering mampet,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 16 Des 2016 22:03 WIB

Author

Yudi Rachman

Pindah ke Rusun, Petani Telukjambe Karawang Keluhkan Air Kurang

Ilustrasi: Pengungsi Telukjambe, Karawang. (Foto: KBR/Rio T.)


KBR, Jakarta-  Petani korban konflik lahan di Teluk Jambe, Karawang mengaku kesulitan air minum dan air bersih di lokasi penampungan Rusunawa Adiarsa Karawang. Salah satu pengungsi, Wawan mengatakan, warga sudah dipindahkan dari Islamic Centre Karawang ke Rusunawa Adiarsa Karawang.

Kata dia, warga mendapatkan satu kamar per kepala keluarga. Namun ada juga yang memilih bergabung dengan keluarga lain dalam satu kamar.

"Untuk saat ini kendala kita dari waktu pertama itu pasokan air minum kurang, terus air untuk di kamar mandi gitu sering mampet," jelas Petani Teluk Jambe Karawang Barang, Wawan kepada KBR, Jumat (16/12).

Wawan menambahkan, Rusunawa Adiarsa Karawang untuk warga konflik lahan Teluk Jambe berjarak 500 meter dari sekolah dasar. Kata dia, anak-anak sekolah dasar mulai bisa bersekolah. Namun untuk siswa SLTP hingga SMU hingga kini belum bisa dilakukan.

"Jaraknya 500 meter dari sekolah, untuk yang SD dekat, kalau untuk SMP dikondisikan saja," jelasnya.

Sebelumnya, ratusan warga petani Teluk Jambe, Karawang Barang mengungsi ke LBH Jakarta dan Wisma Kontras. Mereka melarikan diri dari lahan mereka karena mengalami ketakutan akibat kekerasan dalam konflik lahan dengan PT Pertiwi Lestari. Warga juga sempat dipindahkan ke Islamic Centre atau Kompleks Asrama Haji Karawang selama hampir sebulan dan kini mulai ditempatkan di rumah susun.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10