Bagikan:

Gempa Pidie Jaya, KSP Koordinasi Tanggap Darurat

"Pesiden minta segera dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan respon cepat pada tahap tanggap darurat ini. "

BERITA | NASIONAL

Rabu, 07 Des 2016 14:40 WIB

Gempa Pidie Jaya, KSP Koordinasi Tanggap Darurat

Petugas mengangkat korban gempa di dalam tenda darurat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli, Pidie, Aceh, Rabu (7/12). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki bertolak ke Aceh sore ini untuk memantau langsung dan mengkoordinir pelaksanaan tanggap darurat. Teten berencana mendatangi tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Pidie dan Bireun untuk mengidentifikasi jumlah korban dan kerusakan fisik.

Selain itu, Teten juga akan memastikan kesiapan penanganan korban seperti ketersediaan logistik hingga fasilitas kesehatan.

"Pesiden minta segera dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan respon cepat pada tahap tanggap darurat ini. Terutama adalah untuk mengidentifikasi korban, lalu kerusakan infrastruktur, rumah, dan juga kebutuhan-kebutuhan lain dalam tanggap darurat ini, kesiapan RS, pengadaan obat-obatan, logistik lain misalnya yang diperlukan untuk pengungsian," kata Teten di kompleks Istana, Rabu (7/12/2016).

Teten menambahkan, Presiden meminta respon cepat atas bencana ini. Kata dia, Presiden menekankan agar penanganan korban harus diutamakan.

"Pesan dari Presiden, segera korbannya diurus, keluarga korbannya diurus, pengungsiannya harus diurus, kebutuhan obat-obatan, makanan yang diperlukan, pakaian juga harus diurus, itu dululah, pada tanggap darurat itu kan fokusnya ke korban," lanjutnya.

Tagana

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa akan ke Aceh untuk melihat langsung kondisi pascagempa 6,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Pidie Jaya, Jumat pekan ini. Juru Bicara Kemensos Andi Hanindito mengatakan saat ini Menteri Khofifah sedang berada di Sorong, Papua. Namun, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana)  sudah diturunkan ke lokasi bersama Direktur Penanggulangan Bencana Kemensos, Adi Karyono.

Kata Andi upaya pertama yang dilakukan adalah memastikan evakuasi dan penyisiran korban gempa.

"Pengerahan personil penanggulangan bencana dan bantuan logistik sudah bergerak semua. Langkah yang paling awal mengidentifikasi korban, kita tak memikirkan dulu bantuan apa, tapi korban, setelah itu dirawat dan ditolong," ujarnya kepada KBR, Selasa (7/12/2016).

Andi menambahkan Kemensos sudah menyiapkan langkah-langkah penanggulangan bencana, pascaevakuasi dan penyisiran korban. Seperti memastikan tempat tinggal korban gempa, kebutuhan logistik, hingga trauma healing.

"Secara pararel, teman-teman dari Kemensos juga sudah memikirkan langkah apa selanjutnya bagi para korban yang mengalami akibat dari bencana itu, contoh yang kehilangan tempat tinggal berarti harus disiapkan penampungan sementara atau di tempat saudaranya, kemudian kebutuhan makannya, traumanya, kita siapkan trauma healing-nya,"katanya.

Alat Berat
Plt Gubernur Aceh Soedarmo menyatakan bantuan alat-alat berat dikerahkan ke Pidie Jaya untuk mengevakuasi korban gempa. Kata dia, bantuan didatangkan dari Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi serta sejumlah kecamatan terdekat.

"Perlu harus segera dikirim alat-alat berat untuk membongkar gedung-gedung yang roboh. Semua mulai bekerja dan diintegrasikan juga dengan mengirim alat-alat berat kita itu dari kabupaten-kabupaten tetangga, Pidie Jaya itu kita kerahkan dari Bireun dan Pidie. Alat-alat berat itu disegerakan karena kalau menunggu juga agak-agak lama kan dari Banda Aceh. Makanya yang deket-deket dulu kita kerahkan ini untuk bisa membantu," kata Soedarmo di kompleks Istana, Rabu (7/12/2016).

Soedarmo juga telah memerintahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan.

"Saya langsung perintahkan setengah 6 langsung semua Kepala Dinas terkait mulai dari Dinas PU, Dinas Cipta Karya, Dinas perairan, Pendidikan, Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Aceh, kemudian juga dinas-dinas lain semua menuju lokasi untuk meninjau masing-masing sesuai dengan tupoksinya," lanjutnya.

Soedarmo juga mengaku telah berkoodinasi dengan TNI dan Kepolisian.

"Tadi saya sudah kontak berkoordinasi dengan Pangdam sama Kapolda untuk bisa juga memberikan bantuan yang bisa diberikan oleh 2 institusi itu," tambahnya.


Gempa berkekuatan 6,5 SR terjadi pada pukul 05.03 WIB. Tepatnya di 5.19 lintang utara (LU), 96.36 Barat Timur (BT) dengan kedalaman 10 km. Gempa ini dirasakan oleh warga di Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Sabang, Bireun, dan Lhokseumawe.

Korban meninggal gempa Aceh tercatat setidaknya 52 orang. Mayoritas korban meninggal berada di Kabupaten Pidie Jaya. 73 orang luka berat dan 200an luka ringan.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantor BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016) menyebut dari 50an yang meninggal di Kabupaten Pidie 4 di antaranyta sudah diidentifikasi. Sementara di Kabupaten Bireun 2 orang meninggal dunia 3 orang luka berat
78 orang luka ringan.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending