Bagikan:

Gempa Pidie Jaya, Jokowi Pimpin Doa Bersama di Bali

"Marilah kita memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Aceh khususnya warga di kabupaten Pidie Jaya semoga tetap tabah, tetap tawakal tetap kuat untuk bangkit kembali"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 07 Des 2016 22:09 WIB

Gempa Pidie Jaya, Jokowi Pimpin Doa Bersama di Bali

Gempa 6.5 SR rubuhkan masjid di Pidie Jaya. (Foto: Antara)


KBR, Bali- Presiden Joko Widodo memimpin doa bersama bagi korban bencana gempa bumi di Pidie Jaya. Doa dilakukan  di hadapan 2000an peserta Tax Amnesty di Bali Nusra. Presiden Joko Widodo  memohon kekuatan dalam menghadapai bencana di Aceh.

"Di kabupaten Pidie Jaya, NAD oleh sebab itu pada kesempatan ini marilah kita memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Aceh khususnya warga di kabupaten Pidie Jaya semoga tetap tabah, tetap tawakal tetap kuat untuk bangkit kembali menyongsong hari esok," ujarnya.

Kata dia warga Pidie Jaya tidak sendirian dalam menghadapai bencana ini karena semua akan mendukung.

Presiden Joko Widodo memastikan akan ke lokasi bencana namun pada waktu yang tidak mengganggu proses evakuasi korban yang sedang berjalan. Selain itu  kata dia bantuan sudah berjalan hari ini.

Presiden   sudah memerintahkan kepala staf kepresidenan, panglima TNI, menteri kesehatan untuk semua terjun ke lokasi bencana. Presiden menyatakan  setiap saat mengikuti perkembangan yang korbannya terus bertambah.  

Korban Tewas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya mencatat korban tewas gempa   mencapai 78 orang. Data ini merupakan data terbaru pukul 20.00 WIB. Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Pidie Jaya Sulaeman menyatakan pencarian korban hari pertama telah dihentikan.

Pencarian hari ini sempat terganggu akibat hujan sore hari dan mati lampu. Pencarian akan dilanjutkan esok pagi.

"Ini korban masih dilakukan evakuasi di reruntuhan-reruntuhan tadi belum selesai. Karena sudah malam dan mati lampu jadi dilanjutkan besok," jelasnya kepada KBR, Rabu (7/12/2016) malam.

"Dari TNI, Polri, masyarakat, LSM, banyak, SAR juga," jelasnya lagi.

Sulaeman menambahkan, ada data yang menyebutkan jumlah korban mencapai 91 orang. Kata dia, data itu bisa jadi dari Kodim yang melakukan evakuasi langsung di lapangan. Namun data itu belum masuk di posko utama. Sehingga secara resmi posko baru mencatat 78 orang.

Dalam pencarian hari pertama, 3 alat berat diturunkan untuk membantu mencari korban yang tertimbun reruntuhan. Sementara itu, ada sekitar 780 personil TNI yang ada di lokasi dan membantu aktivitas tanggap darurat.

Gempa 6,5 SR mengguncang Pidie, Aceh, Rabu pagi, menyebabkan warga panik dan berlari menjauhi pantai. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa ini membuat banyak bangunan roboh. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi