BNPB Prediksi Bencana Tahun Depan Berkurang

BNPB memperkirakan, tidak akan ada fenomena penguatan EL Nino dan La Nina.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 29 Des 2016 21:51 WIB

Author

Ninik Yuniati

BNPB Prediksi Bencana Tahun Depan Berkurang

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Yulius Martony/KBR

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bencana tahun depan akan berkurang. Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho beralasan, berdasarkan prediksi Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG), musim pada 2017 relatif normal. Diperkirakan, tidak akan ada fenomena penguatan EL Nino dan La Nina. Itu sebab, kebakaran hutan dan lahan diyakini tidak akan menyerupai tahun 2015.

"Tidak ada fenomena menguatnya La Nina, yang akan memicu terjadinya curah hujan yang tinggi, dengan kondisi tersebut dan musim yang normal tadi, maka tidak akan ada peningkatan magnitude bencana-bencana hidrometrologi. Puncak musim penghujan diperkirkan Januari, Februari, Maret diprediksikan curah hujan normal, bahkan di beberapa tempat kondisinya di bawah normal, sehingga ancaman banjir, longsor dan puting beliung akan berkurang," kata Sutopo di BNPB, Kamis (29/12/2016).

Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, kendati kondisi musim bakal normal, ancaman bencana tetap tinggi mengingat jutaan warga berada di zona rentan bencana. Menurut data, hampir 150 juta warga berada di daerah rawan gempa bumi, lebih dari 60 juta di wilayah rentan banjir, serta tak kurang dari 40 juta jiwa di wilayah rawan gelombang tinggi.

"Tsunami ada 3,8 juta masyarakat yang terpapar oleh ancaman tsunami, erupsi gunung ada 1,2 juta masyarakat tinggal di kawasan rawan bencana 3, artinya berada di zona merah," jelas Sutopo.

Untuk antisipasi tahun depan, Sutopo berharap bakal ada penambahan anggaran penanggulangan bencana. Kata dia, anggaran saat ini yakni sebesar Rp4 triliun masih terlampau kecil dibandingkan bencana yang harus ditangani sepanjang tahun. BNPB memperkirakan membutuhkan anggaran tak kurang dari Rp15 triliun pertahun.

"Dengan melihat dampak banjir di Garut, perlu lebih dari 600 miliar, untuk di Aceh perlu Rp 2 triliun, Bima mungkin diperlukan hampir Rp1 triliun, tentu kita perlu tambahan dana cadangan penanggulangan bencana," tuturnya.

Selain itu, Sutopo juga berharap, pemerintah akan menerapkan program asuransi bencana. "Ke depan agar pemerintah mengupayakan adanya asuransi bencana di mana negara membayar preminya," ujar Sutopo.


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak