Kadin: Investor Asing Tunggu Janji Jokowi di APEC

BERITA

Rabu, 03 Des 2014 19:21 WIB

Author

Vitri Angreni

Kadin: Investor Asing Tunggu Janji Jokowi di APEC

Kadin, Investor, Investasi, APEC

KBR - Dihadapan para CEO dalam Forum Kerja sama Ekonomi Negara-negara Asia-Pasifik (APEC) Beijing, Presiden Joko Widodo mengajak pengusaha dari seluruh dunia berinvestasi di Indonesia. Ia juga menyebutkan beberapa sektor yang menjanjikan peluang usaha bagi investor asing.

Wakil ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Chris Kanter yang turut hadir dalam forum itu mengatakan pidato Presiden itu seolah mengklarifikasi kekhawatiran kalau Indonesia akan menutup diri dari investasi asing.

Dalam perbincangan di Program Sarapan Pagi KBR (12/11) Chris Kanter menceritakan bagaimana tanggapan para CEO terhadap pidato Presiden Jokowi itu.

Apa komentar Anda terhadap presentasi Presiden Jokowi di forum APEC CEO?

“Saya kan kebetulan menjadi delegasi bersama presiden di APEC Beijing. Pidato itu yang dibahas di APEC CEO jadi itu memang selalu merupakan rangkaian acara yang ditempel APEC Leaders Meeting itu. Memang memberi nuansa lain karena Pak Jokowi itu menyampaikan sambutannya berbeda dengan para pemimpin negara lainnya.”

“Karena memang presiden kita itu membawakannya seperti seorang businessman ya dia menyampaikannya ini loh Indonesia, ini yang harus ditangani, ini rencana saya. Beliau masuk sampai kepada berapa banyak fokus kepada pelabuhan, airport, jalan tol, bendungan.”

“Ujungnya itu saya rasa kalau pandangan teman-teman CEO perusahaan-perusahaan besar dunia, bahwa kita harus ketahui selama periode kampanye di Indonesia itu menjadi perhatian dunia. Perdebatan yang muncul dalam debat kandidat itu terangkat ke dunia. Itu membuat kesimpulan mereka banyak karena isu-isu dalam kampanye ada kekhawatiran Indonesia menutup diri, tidak menghendaki pasar yang terbuka.”

“Tapi Pak Jokowi kemarin secara lugas setelah memaparkan itu dia mengundang langsung come and invest. Jadi itu menurut saya bagus sekali karena mengklarifikasi selama ini kekhawatiran apakah Indonesia akan menutup diri.”

“Di dalam pertemuan-pertemuan baik sebelumnya juga di forum bisnis yang diselenggarakan KADIN maupun di dalam perundingan bilateral, memang beliau penekanannya ada rakyat Indonesia masih banyak yang harus diangkat dari kemiskinan. Mengangkatnya itu juga tentunya harus dengan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan membuka lapangan kerja tidak bisa tidak ada dua hal yang mesti dilakukan. Yaitu kita melindungi domestik bisnis kita untuk supaya industri nasional kita mampu mengisi dan memenuhi pasar bisnis kita.”

“Tapi juga harus membuka pasar baik itu pasar-pasar baru maupun penetrasi pasar-pasar yang ada, semua hambatan itu supaya dihilangkan supaya kita ekspor meningkat otomatis lapangan kerja bertambah. Jadi yang bagus itu betul-betul mereka melihat bahwa Indonesia terbuka, menarik dan fokusnya menjadi jelas bahwa fokus kita akan membangun infrastruktur, menunjang dan akan all out untuk usaha-usaha yang memang menyediakan lapangan kerja baru.” 

Apakah presentasi ini cukup meyakinkan banyak investor kemarin?

“Bagus presentasinya biasanya kepala negara tidak begitu. Ada juga yang unik yang belum pernah terjadi juga, ini sesinya berdempetan terus misalnya kemarin Pak Jokowi itu kemarin kalau tidak salah 8.30-9 sesudah itu ada sesi kepala negara lainnya, ada panel yang dihadiri juga oleh beberapa kepala negara. Beliau itu begitu selesai dia turun dia salamin itu dua baris para CEO yang duduk itu, satu-satu dia datangin akhirnya ruang itu bubar maksudnya berkerumun ke Pak Jokowi mau selfie, mau salaman.”

Ada juga yang tanya jawab dengan Pak Jokowi?

“Ada tapi ya sambil jalan sampai panitia itu mengumumkan berkali-kali karena sesi sebelumnya sudah menunggu dan kepala negara juga. “

Sebelumnya ini pernah terjadi?

“Belum. Saya paling tidak ikut tujuh kali, belum pernah lihat.”

Kira-kira negara mana yang menjadi incaran Presiden Jokowi untuk mau berinvestasi di Indonesia?

“Ya kan ada beberapa pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Obama, Putin, Jepang, Vietnam, Cina. Ada beberapa bilateral yang itu merupakan negara besar yang investasi mereka penting ke kita. Bukan fokusnya ke situ tapi kebetulan bilateralnya itu dengan negara-negara itu dan selalu isu-isu bagaimana meningkatkan investasi perdagangan dibahas.”

CEO mana yang kira-kira mulai berminat tertarik untuk menanamkan investasinya?

“Belum lebih lanjut. Ini yang penting menjelaskan visi misi ini dan bagaimana memberikan suatu sinyal kepada mereka bahwa Indonesia itu merupakan tempat menarik dan apa yang dilakukan memupus kekhawatiran yang timbul sejak selesainya kampanye yang cukup ketat, dimana banyak isu-isu dibahas di dalam debat kandidat yang terjemahannya kalau waktu lalu ada kekhawatiran itu. Ini berhasil diyakinkan bahwa tidak begitu.”

Selama ini investor mengeluhkan perizinan yang lama di Indonesia, itu bagaimana?

“Itu diangkat di pidatonya bahwa akan dia ciptakan desentralisasi, satu pintu untuk perizinan. Beliau lugas menjawab hal-hal yang memang menjadi masalah selama ini. Misalnya beliau menceritakan dengan cara yang rileks bagaimana pembebasan tanah Jakarta Ring Road yang macet selama 7 tahun.”

Dengan semua harapan yang akan diajukan atau ditawarkan Presiden Jokowi kemarin ada dana besar, kira-kira butuh dana berapa untuk semua itu?


“Wah saya belum tahu angkanya tapi cukup besar. Karena di situ ada 24 bendungan, pelabuhan, jalan tol. Tapi itu semua merupakan kombinasi public private partnership jadi ada yang negara dan juga join dengan swasta.”

Jadi kemarin mudah dipahami presentasinya?


“Iya disampaikan simpel dan lugas. Caranya hampir seperti kita pengusaha kalau lagi roadshow ke luar. “

Setelah presentasi Presiden Jokowi apa tindak lanjut yang harus dilakukan pemerintah?


“Tentu harus menindaklanjuti apa yang dia sampaikan tentu mengurai masalah-masalah yang ada baik itu pembebasan tanah atau perizinan. Begitu juga kita bagaimana membuat supaya Indonesia menjadi tempat untuk investasi, terutama industri padat karya. Karena memang fokus utama adalah mengangkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja baru.”

Berapa lama setelah presentasi itu investor mau menanamkan modal?


“Ya kalau pengusaha itu setiap waktu. Kalau keyakinan misalnya dia dengar pidato kemarin biasanya di dalam rapat-rapat mereka langsung diangkat, di dalam plan mereka langsung melihat. Kalau yang sebelumnya tidak dia misalnya langsung masuk di dalam negara tujuan yang harus dievaluasi. Dia akan melihat perkembangan dari apa yang disampaikan dalam sambutan.”

“Pada akhirnya bagaimana implementasinya. Sambutan itu kan satu faktor untuk meyakinkan misalnya ini cocok ini tapi selanjutnya dia melihat fakta apa yang akan didapat benarkan perizinan itu tidak rumit dan bertele-tele, benarkah hambatan yang ada itu betul-betul sudah tidak ada. Kalau tidak membuktikannya ya sama saja. “


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada