Susi Susanti: Popularitas Bulu Tangkis Mulai Berkurang

KBR68H, Jakarta - Tim bulutangkis Indonesia mendominasi partai final di SEA Games 2013. Tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran meraih tiga dari lima emas yang diperebutkan. Padahal, Indonesia tidak menurunkan pebulutangkis lapis utama.

BERITA

Senin, 16 Des 2013 15:32 WIB

Author

Doddy Rosadi

Susi Susanti: Popularitas Bulu Tangkis Mulai Berkurang

susi susanti, bulutangkis, kurang populer

KBR68H, Jakarta - Tim bulutangkis Indonesia mendominasi partai final di SEA Games 2013. Tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran meraih tiga dari lima emas yang diperebutkan. Padahal, Indonesia tidak menurunkan pebulutangkis lapis utama.

Puaskah pengurus PBSI dengan tiga emas yang didapat dari ajang Sea Games di Myanmar? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Rumondang Nainggolan dengan pengurus PBSI Susi Susanti dalam program Sarapan Pagi.


Lima medali yang diperebutkan kita dapat tiga, menurut anda ini cukup memuaskan?

Memang kemarin kita punya kesempatan untuk sapu bersih ya. Pada saat final kemarin wakil kita semua ke final ya, kemarin sebetulnya Hayom dan Grace dan Nitya sebetulnya ada kesempatan menyapu bersih. Tapi memang mungkin kalau dibilang belum beruntung ya, tapi yang pasti dengan prestasi kemarin tiga emas sesuai dengan target PB PBSI yang menargetkan tiga emas.

Di tingkat Asia Tenggara bulu tangkis kita apakah ada perbaikan? karena kemarin sempat turun posisinya.

Kalau dibilang perbaikan pastinya ada ya. Karena khususnya di tunggal putri, awalnya tidak diperhitungkan tapi ternyata kemarin bisa menyumbangkan medali emas.

Selama ini titik lemah kita tunggal putri ya?

Betul saat ini tunggal putri dan ganda putri. Tapi terlihat bahwa kemarin di dua sektor ini juga cukup menjanjikan dimana Bellaetrix dan juga Nitya dan Grace juga sudah betul-betul maksimal, bisa menunjukkan prestasi yang baik.

Bellaetrix ini seperti bunga yang sedang mekar sekarang ini prestasinya juga cukup menanjak terus?


Iya kita harapkan Bellaetrix bisa konsisten ya. Jadi bisa terus untuk berprestasi lebih baik lagi bukan hanya di SEA Games tapi juga di turnamen-turnamen yang lainnya.
 
Ke depan ada Korea Terbuka dan Malaysia Terbuka ini apakah juga menjadi obsesi dari para atlet kita untuk menorehkan prestasi di sana?

Iya tentunya untuk kedepannya banyak sekali turnamen-turnamen yang akan diikuti oleh atlet-atlet Indonesia. Itu adalah mungkin bukan target utama yang pasti setelah SEA Games ini kita ada Uber Cup, lalu ada kejuaraan dunia dan target sasaran utama adalah Olimpiade. Jadi open tournament sendiri memang persiapan selalu ada dan tentunya menjadi salah satu ajang untuk melihat kekuatan lawan untuk nanti di Olimpiade 2016.

Kalau kita bicara objektif tentu ada kelemahan, catatan anda apa yang juga perlu kita perhatikan?

Iya mungkin kalau kita melihat bahwa saat ini kekuatan bulu tangkis Indonesia ada di mix doble, ganda putra, tunggal putra kita mulai meningkat, tunggal putri juga sudah mulai terlihat, begitu pula ganda putri. Tapi kedepannya kita harus lebih kerja keras lagi, karena mungkin kita melihat bahwa di SEA Games kita mulai berhasil tapi untuk di kejuaraan yang lebih tinggi lagi kita masih belum bisa maksimal. Tentunya ini jadi satu PR juga untuk PB PBSI dan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia untuk bisa terus memaksimalkan prestasi kita dan tentunya harapan kita bisa mengembalikan kejayaan bulu tangkis seperti dulu di semua sektor.

Susah tidak mencari bibit-bibit muda berprestasi di Indonesia?

Kalau dibilang susah sebetulnya ya susah-susah gampang ya.

Tempat pembinaan-pembinaannya mungkin terbatas ya?

Pembinaan sebetulnya klub-klub banyak ya. Tapi saat ini memang karena mungkin beberapa tahun yang lalu prestasi bulu tangkis Indonesia agak kurang bersinar tentunya ini menjadi satu kendala juga bahwa popularitas dari bulu tangkis agak sedikit berkurang. Tapi baru dua hari yang lalu PBSI membuat kerjasama dengan Depdiknas untuk memasukkan bulu tangkis sebagai kurikulum di sekolah dan ini satu berita yang sangat membanggakan, cukup bagus sekali untuk dunia bulu tangkis ya. Karena semakin banyak anak-anak kecil yang bermain bulu tangkis tentunya ini menjadi satu wadah yang luar biasa untuk nantinya, akan semakin banyak bibit-bibit yang lahir yang mau main bulu tangkis dan semakin memudahkan PB PBSI untuk bisa merekrut atlet-atlet berpotensi untuk bisa nantinya menggantikan kakak-kakaknya untuk berprestasi di internasional.

Memperbanyak kompetisi tingkat sekolah barangkali begitu?

Betul sekali.

Pelatih-pelatih kita cukup banyak?

PBSI punya program yang cukup baik ya dimana nanti ada sosialisasi untuk pelatih-pelatih seluruh Indonesia. Tidak hanya terpusat di pulau Jawa saja, nanti akan membuat suatu blue print ya untuk pendidikan, untuk sekolah-sekolah nanti akan dibantu juga untuk program kepelatihan juga, melatih guru-guru olahraga. Ini menjadi satu tugas yang cukup berat tapi nantinya akan sangat bagus sekali untuk bulu tangkis Indonesia.

Sudah ada kurikulumnya?

Sedang dibikin saat ini. Mungkin 2014 sudah akan dimulai dan ini menjadi tugas kita semua, tentunya akan semakin banyak adik-adik yang mau main bulu tangkis.

Kalau untuk para atlet sendiri bagaimana cara PBSI memompa semangat mereka untuk bersemangat mengikuti kompetisi-kompetisi apakah dijanjikan bonusnya besar atau bagaimana?

Jadi saat ini cukup baik sekali ya. Kalau saya melihat bahwa setelah mungkin kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Pak Gita mungkin manajemen PBSI cukup baik dimana mungkin ada kerjasam Depdiknas ini juga sesuatu yang menjanjikan juga untuk atlet-atlet bulu tangkis. Contohnya adalah nantinya akan ada juga liga mahasiswa, dimana mungkin atlet-atlet ada yang putus ditengah jalan mungkin tidak bisa meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi biasanya mereka akan dialihkan ke pendidikan akan mendapat beasiswa. PBSI juga sudah bekerjasam dengan universitas di seluruh Indonesia, lewat jalur prestasi mereka akan mendapat beasiswa sampai sarjana.

Kalau misalnya keterlibatan pemerintah daerah selama ini apakah cukup memberikan porsi perhatian yang besar kepada bulu tangkis atau biasa saja?

Tentunya ini menjadi tugas semua, bukan hanya PBSI tapi pemerintah. Karena memang kita harapkan kedepannya perhatian lebih lagi, khususnya pemerintah provinsi untuk bisa mengembangkan bulu tangkis ini sampai ke pelosok-pelosok. Jadi pada saat Munas kemarin di Bali juga semua dari Ketua PBSI juga menggairahkan lagi bulu tangkis untuk mengajak semua pengprov, pengda, pengcab untuk aktif melakukan kegiatan-kegiatan mungkin dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan. Karena bulu tangkis sekarang bukan hanya hobi tapi menjadi profesi mungkin sebagai pemain, wasit, pelatih.

Kalau dikelola secara profesional, kalau di sepakbola ada klub sepakbola profesional yang mereka digaji dan sebagainya. Kita bisa mengarah kesana basisnya?

Kalau saat ini mungkin kalau dibilang profesional masih belum 100 persen, tapi kalau dibilang amatir juga kita lebih dari itu jadi ada di tengah-tengah. Tapi saat ini bulu tangkis sendiri sudah masuk ke profesional juga, kalau dibilang semi profesional. Terakhir mungkin kalau tidak salah bahwa super seri kalau ini terjadi dan tidak ada perubahan dari BWF tahun 2014-2017 akan diadakan di Dubai dengan hadiahnya 1 juta US Dollar.
 
Ada mimpi-mimpi pemain profesional?

Tentunya harapan kedepannya bulu tangkis akan lebih baik lagi baik dari prestasi tapi juga pendapatan untuk atlet-atlet dan juga jaminan masa depan. Karena dengan adanya banyak hal positif seperti itu yang menjanjikan masa depan dari atlet itu sendiri tentunya akan banyak anak-anak muda yang berbondong-bondong mau jadi atlet bulu tangkis. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11