Antisipasi Teror, Seluruh Polda Lakukan Deteksi Dini

KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku mendapat laporan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman terkait keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang. Salah satunya gangguan ketertiban

BERITA

Jumat, 13 Des 2013 11:49 WIB

Author

Doddy Rosadi

Antisipasi Teror, Seluruh Polda Lakukan Deteksi Dini

ancaman teror, deteksi dini, polda

KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku mendapat laporan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman terkait keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang. Salah satunya gangguan ketertiban yang diperkirakan terjadi di tempat-tempat tertentu.

Apa saja yang sudah disiapkan polri untuk mengantisipasi aksi teror ini? Simak perbincangan penyiar KBR68H Nanda Hidayat dan Sutami dengan juru bicara Mabes Polri Ronny Sompie dalam program Sarapan Pagi.

Saat ini dalam kondisi siaga penuh ya polisi?

Belum. Jadi kita memang sedang persiapan untuk menghadapi pengamanan akhir tahun, pengamanan Natal dan tahun baru. Biasanya satu minggu sebelum Natal sampai satu minggu setelah tahun baru, itu pelaksanaan pengamanannya. Sementara ini ada kegiatan-kegiatan yang mendahului seperti Operasi Zebra karena berkaitan dengan pengkondisian masyarakat untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, jadi bagaimana mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas mengutamakan keselamatannya didalam berlalu lintas di jalan umum.

Terkait dengan sinyalemen yang dilontarkan presiden kemarin apa yang dilakukan polisi?

Polri memang berupaya untuk melaksanakan antisipasi-antisipasi terhadap hal-hal yang kemungkinan akan terjadi menjelang akhir tahun. Saya kira apa yang disampaikan oleh pak presiden langsung dijabarkan oleh bapak Kapolri, bahkan melalui staf-staf Kapolri seperti Kabareskrim Polri dan seluruh pejabat utama juga langsung dijabarkan dalam bentuk pelaksanaan tugas sesuai dengan kompetensinya. Demikian juga para Kapolda langsung menjabarkan ke Polres, kita melakukan antisipasi peningkatan kegiatan rutin kepolisian yang diarahkan kepada terutama kasus-kasus jalanan, kasus-kasus konvensional yang kita kenal itu bisa copet, pencurian, jambret atau perampokan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan, pembunuhan. Kemudian yang berkaitan dengan kasus-kasus yang bisa merugikan kekayaan atau kerugian negara ini juga kita tunjukkan bahwa Polri belakangan ini telah berupaya mengungkap kasus-kasus korupsi ataupun restitusi pajak.

Selain Jakarta ada beberapa daerah yang disinyalir kuat aksi terornya seperti Sulawesi Tengah kemudian Sumatera Selatan. Seberapa besar daerah-daerah itu atau mungkin ada daerah lain yang menjadi pusat perhatian pelaku teror?

Beberapa waktu lalu kita baru saja kerjasama dengan kepolisian Malaysia menangkap salah satu narapidana yang melarikan diri. Saat ini juga sedang kita kembangkan keterlibatan yang bersangkutan atas dugaan beberapa kasus yang dilakukannya di wilayah Polda Sumatera Utara. Kemudian untuk kegiatan-kegiatan antisipasi Polda yang berkaitan dengan bagaimana kita mengantisipasi tindakan-tindakan yang mengarah pada aksi terorisme ini juga beberapa tempat yang menjadi perhatian Mabes Polri dan Polda setempat juga kita berikan penekanan kepada para Kapolda, Kapolres, Kapolsek untuk mengutamakan upaya-upaya pencegahan. Jadi setiap desa diaktifkan bersama-sama dengan anggota-anggota pengumpul bahan keterangan dari intelijen keamanan yang berada di Polsek.

Yang mereka lakukan apa?

Pendeteksian secara dini. Jadi mereka bekerjasama dengan Babinsa di setiap desa itu juga diajak bekerjasama termasuk bagaimana kita mengkoordinasikan dengan para tokoh masyarakat yang ada di desa-desa selain ketua lingkungan seperti Ketua RT, Ketua RW. 

      
Berarti semua pendatang baru dicatat, diawasi begitu?

Kita berharap ada bantuan dari masyarakat. Karena di wilayah dimana masyarakat itu berada selaku sebuah komunitas itu juga ada aturan, setelah 1 x 24 jam ada tamu itu melapor. Ini kita juga berharap ada feedback dari masyarakat, ada masukan-masukan dari masyarakat tentang adanya kecurigaan terhadap orang-orang tertentu yang bertamu di sebuah keluarga, rumah ataupun ada yang kontrak atau kost baru dilihat identitasnya seperti apa, kegiatannya seperti apa juga bisa diberikan masukan kepada para Bhayangkara Kamtibmas, anggota intelijen ataupun anggota Babinsa. Mereka akan ada koordinasi, misalnya koordinasi untuk Badan Koordinasi Intelijen Daerah itu juga input-nya dari bawah ini.
 
Selain Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan disebutkan Polda mana lagi yang ditekankan untuk meningkatkan pengamanannya terkait dengan apa yang disampaikan presiden sebagai ancaman gangguan teror ini?

Secara umum seluruh Polda melakukan antisipasi. Karena bukan tidak mungkin kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada aksi teror atau kejahatan-kejahatan lain itu juga terjadi di Polda yang biasanya kita nilai kegiatannya di bawah dari tren yang ada di Polda-polda lain. Tapi sebagaimana yang biasanya terjadi peningkatan kasus-kasus terorisme memang Polda Sulawesi Tengah, Polda Jawa Tengah, termasuk Polda Nusa Tenggara Barat sebulan yang lalu kita melakukan penangkapan tersangka terorisme yang lama menjadi Daftar Pencarian Orang. Artinya bukan tidak mungkin wilayah Polda yang lain bisa menjadi perhatian mereka kemungkinan mereka memperkirakan ini tidak diperhatikan oleh kepolisian. Oleh karena itu seluruh Kapolda memerintahkan para Kapolres juga Kapolsek di jajarannya untuk melakukan deteksi dini. Jadi mereka melakukan penyelidikan, berkoordinasi dengan masyarakat berusaha untuk mengkomunikasikan sehingga masyarakat bisa memberikan masukan-masukan yang berkaitan dengan adanya kecurigaan orang-orang tertentu di daerah yang bisa kita lakukan pencegahan sejak awal sebelum mereka melakukan aktivitasnya seperti membuat bom dan sebagainya.

Apakah juga informasi yang disampaikan oleh kepolisian lewat presiden kemarin berdasarkan keterangan dari pelaku teror seperti di NTB dan juga Malaysia yang baru ditangkap kemarin? apakah prediksi teror yang bakal terjadi ini termasuk hasil yang telah dikorek polisi dari Fadli Sadama yang tertangkap di Malaysia?

Kita setiap kali melakukan penangkapan terhadap pelaku teror baik sudah menjadi narapidan termasuk DPO selalu kita berupaya untuk mengembangkan kasusnya. Dari hasil pemeriksaan, interogasi dan sebagainya ini kita lakukan upaya-upaya pencegahan. Jadi simultan, bukan hanya informasi yang berkaitan dengan penangkapan para pelaku teror. Namun demikian ada kegiatan-kegiatan pencurian dengan kekerasan, perampokan yang sebenarnya dilakukan oleh kelompok mereka untuk mengumpulkan uang dalam rangka membiayai kasus-kasus terornya. Oleh karena itu kita juga mengembangkan dari hasil-hasil penyidikan kasus perampokan di setiap Polda. Itu kita simpulkan dari hasil-hasil tersebut kemudian prediksi kita mereka akan melakukan kegiatan dimana kita lakukan upaya pencegahan.

Apa saran anda kepada masyarakat?

Sebenarnya tidak perlu takut. Karena kegiatan-kegiatan ini kita lakukan antisipasi, masyarakat perlu bekerjasama dengan kepolisian dalam bentuk memberikan informasi. Memberikan informasi ini tidak perlu dengan langsung ketemu dengan anggota, masyarakat yang senang atau hobi dengan IT dia bisa masuk ke media online atau melalui telepon. Telepon 110 sudah aktif di seluruh Indonesia bisa ditelepon ke polisinya untuk memberikan informasi, artinya bantuan dari masyarakat berupa informasi ini yang nantinya bisa mendukung memberikan bantuan kepada polisi untuk melakukan antisipasi, membantu masyarakat agar tercegah dari kasus-kasus

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam