Aktor Positif HIV, Industri Film Porno AS Dihentikan Sementara

KBR68H- Untuk ketiga kalinya industri film dewasa di Amerika Serikat dihentikan setelah 5 pemin dilaporkan mengidap positif HIV. Free Speech Coalition, sebuah industri film dewasa, mengumumkan pada 6 moratorium terbaru pada syuting Desember.

BERITA

Selasa, 10 Des 2013 09:27 WIB

Author

Suryawijayanti

Aktor Positif HIV, Industri Film Porno AS Dihentikan Sementara

HIV, Industri, Film Porno, moratorium

KBR68H- Untuk ketiga kalinya industri film dewasa di Amerika Serikat dihentikan setelah 5 pemin dilaporkan mengidap positif HIV. Free Speech Coalition, sebuah    industri film dewasa, mengumumkan pada 6 moratorium terbaru pada syuting Desember.

"Kami mengambil setiap tindakan pencegahan sementara kami melakukan penelitian untuk menentukan apakah sudah ada ancaman yang menyebar ke pemain lain. Kesehatan dan keselamatan Para pemain ' adalah hal yang paling penting , "ujar CEO Free Speech Coalition, Diane Duke dalam sebuah pernyataan. 

Bukan kali ini saja, industri film porno goyah akibat paparan HIV/AIDS. Padahal aturan soal penggunaan kondom telah diberlakukan. Namun, banyak yang menolak menggunakan kondom dengan beragam alasan. Industri porno juga mengatakan kondom buruk untuk bisnis yang mengarah ke penurunan penjualan pornografi .

Sebelumnya,bintang porno Cameron Bay dinyatakan positif HIV Agustus lalu, mendorong moratorium enam hari syuting. Semua pemain yang bekerja dengan Bay diuji. Pacar Bay yang juga aktor porno, Rod Daily juga terinfeksi HIV.

"Pada akhirnya , itu hanya industri besar, dan perhatian utama mereka adalah uang,"kata Daily dalam sebuah konferensi pers September. "Jika mereka peduli dengan para pemain , mereka akan menggunakan kondom . "

Pada tanggal 6 September, aktor ketiga , yang identitasnya dirahasiakan , dinyatakan positif HIV , mendorong shutdown industri untuk kedua kalinya. (ABC)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh

Menteri Nadiem Ungkap Pengganti Ujian Nasional

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7