Tak Hapus IMB, Menteri ATR/BPN : Penyederhanaan Proses

"Itu harus disederhanakan, tanpa mengorbankan tujuan dari pada aturan itu sendiri. Misalnya IMB, IMB itukan untuk keamanan dan keselamatan orang, bangunan, orang tinggal di dalamnya. Itu tidak boleh"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Nov 2019 10:31 WIB

Author

Lea Citra

Tak Hapus IMB, Menteri ATR/BPN : Penyederhanaan Proses

Ilustrasi:Pekerja menggarap pembangunan gedung bertingkat di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Antara/Dhemas)

KBR, Jakarta-  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyebut, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hanya akan disederhanakan. Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil menungkapkan, dirinya tengah mengkaji penyederhanaan prosedur dan proses administrasi dari IMB.

"Itu harus disederhanakan, tanpa mengorbankan tujuan dari pada aturan itu sendiri. Misalnya IMB, IMB itukan untuk keamanan dan keselamatan orang, bangunan, orang tinggal di dalamnya. Itu tidak  boleh dikompromikan, tetapi prosesnya barangkali yang disederhanakan gitu," kata Sofyan Djalil di Kementerian ATR/BPN, Selasa (12/11/2019).

Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil mengungkapkan, dirinya tetap akan mempertimbangkan ketatnya keamanan dan standar pembangunan di Indonesia terkait rencana penyederhanaan proses pembuatan IMB. Menurutnya, penyederhanaan perizinan di Indonesia akan meningkatkan investasi.

"Aturan yang selama ini menghambat penciptaan lapangan kerja harus kita luruskan. Banyak sekali aturan-aturan yang tampaknya adalah, jadi sulit sekali tercipta lapangan kerja. Orang mau bikin usaha saja, dengan bikin usaha akan mempekerjakan orang lain, berusaha misalnya untuk berdagang, untuk membikin apa saja usaha. Termasuk misalnya IMB yang lama dan lain-lain ya. Oleh sebab itu kita perlu menilai kembali aturan-aturan tersebut," ujarnya.

Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil akan fokus membantu presiden meningkatkan investasi di Indonesia lewat penyederhanaan perizinan. Menurutnya investasi akan meningkat seiring usaha pemerintah menyederhanakan perizinan penggunaan lahan dan mendirikan bangunan di Indonesia.
 


Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme