Restui Ahok Jadi Bos BUMN, Jokowi: Kita Tahu Kinerjanya

"Kita tahu kinerjanya Pak Ahok, jadi ini masih dalam proses seleksi."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Nov 2019 12:56 WIB

Author

Dian Kurniati

Restui Ahok Jadi Bos BUMN, Jokowi: Kita Tahu Kinerjanya

Eks-Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat acara pelantikan Presiden di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). (Antara/Wahyu)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo merestui bekas gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi bos di perusahaan BUMN. Jokowi tak menjawab saat dikonfimasi kabar ia yang menyorongkan nama Ahok sebagai petinggi perusahaan BUMN.

Jokowi hanya menyebut, Ahok layak menjadi bos BUMN karena kinerjanya sudah teruji.

"Kita tahu kinerjanya Pak Ahok, jadi ini masih dalam proses seleksi. (Anda yang merekomendasikan?) Ini kan masih proses seleksi. (Statusnya di partai politik, bagaimana?) Tanyakan ke Menteri BUMN. (Apa cocok di BUMN?) Ya nanti dilihat. (BUMN bidang energi?) Itu sangat teknis, tanyakan ke Menteri BUMN," kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (14/11/2019).

Jokowi masih merahasiakan posisi yang disiapkan Ahok, antara direksi atau komisaris perusahaan BUMN. Ia berkata, Ahok masih harus menjalani proses seleksi untuk menjadi bos perusahaan BUMN. Pada tahap akhir, nama Ahok juga akan melewati proses Tim Penilai Akhir di Istana Kepresidenan, untuk mendapat persetujuan Jokowi.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Ahok akan ditetapkan sebagai bos BUMN setelah melewati semua proses seleksi. Ia memperkirakan, penetapan akan berlangsung awal Desember 2019.

Erick menilai, Ahok bisa menjadi figur untuk mendobrak kinerja perusahaan BUMN. Namun, Erick tak berkomentar soal kabar Ahok bakal menempati jabatan di PT Pertamina (Persero).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada