Pasca-Bom Medan, Polri Tetapkan 46 Tersangka Terorisme

"Y inilah amir kelompok ini ditangkap di Sumut sebagai leader dari jaringan RMN. Dia memimpin latihan di Gunung Sibayak."

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Nov 2019 15:02 WIB

Author

Lea Citra

Pasca-Bom Medan, Polri Tetapkan 46 Tersangka Terorisme

Detik-detik pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). (CCTV)

KBR, Jakarta- Kepolisian menetapkan 46 tersangka teroris pasca terjadinya bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Juru bicara Polri, Dedi Prasetyo mengungkapkan, 23 tersangka berasal dari Sumatera Utara dan Aceh.

Kata dia, mereka yang ditangkap berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin tersangka terorisme berinisial Y.

"Bom bunuh diri di Mapolresta Medan, ada 4 orang ditetapkan sebagai tersangka. Untuk wilayah Jakarta ada 3 orang, untuk wilayah Jawa Tengah ada 9 orang, untuk wilayah Jawa Barat ada 6 orang, untuk wilayah Kalimantan Timur ada 1 orang," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (18/11/2019).

Jubir Polri, Dedi Prasetyo mengklaim, 20 tersangka dari Medan dan Aceh masih proses pemeriksaan. Dedi mengungkapkan, tersangka berinisial Y ditangkap di Medan sebagai pemimpin jaringan terorisme dari tersangka RMN yang melakukan bom bunuh diri di Mapolresta Medan.

"Kemudian tersangka berikutnya bernama MAI, MAI ditangkap di Medan pada 13 November, kelompoknya adalah Kelompok JAD. Peran yang bersangkutan adalah memfasilitasi tempat berkumpulnya jaringan tersebut. Kemudian juga mengikuti baiat kepada pimpinan ISIS saat ini yang sudah diangkat Abu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Quraisy. Kemudian ikut melaksanakan latihan di gunung Sibayak pada bulan Mei 2019," ujarnya.

Dedi menjelaskan,  Polri menyita bahan-bahan peledak berupa pupuk urea hingga mesiu yang duduga akan digunakan merakit bom berdaya ledak rendah.

"Tersangka berikutnya MN, MN masuk jaringan JAD pimpinan Y. Keterlibatan yang bersangkutan berbaiat sendiri baik kepada ISIS maupun JAD pimpinannya Y. Kemudian tersangka berikutnya AL, ditangkap di Medan tanggal 14 November. Mengetahui perakitan bom dari tersangka meninggal atas nama K dan P di rumah P yang meninggal saat penangkapan. Pelaksanaan perakitan bom maupun tas tersangka RMN untuk melakukan bom bunuh diri," pungkasnya.
 
Jubir Polri mengungkap, tersangka bom bunuh diri RMN bukanlah teroris lone wolf, melainkan teroris yang memiliki jaringan dibawah pimpinan Y.

"Kemudian tersangka berikutnya Y, inilah amir kelompok ini ditangkap di Sumut sebagai leader dari jaringan RMN. Dia memimpin latihan di Gunung Sibayak. Tersangka berikutnya adalah AS. AS ditangkap di Medan pada tanggal 14 November ya. AS anggota Y. AS dimotivasi RMN untuk melakukan perlawanan terhadap anggota kepolisian. Kemudian tersangka berikutnya F, kemudian tersangka berikutnya bernama S. S perempuan yang kedua ditangkap di medan, masuk JAD pimpinan Y. Kemudian DH, ditangkap hari Jumat, 15 November 2019. Mengetahui rencana aksi teroris RMN yang meninggal dunia," ujarnya.

Dedi melanjutkan, "Tersangka berikutnya bernama KS, ditangkap 15 November, Jumat lalu di Medan. Tersangka berikutnya bermana S, tertangkap di Banda Aceh pada 16 November lalu. Tersangka berikutnya S juga, ditangkap 16 November lalu, mengetahui saudara K meracik bom di kamarnya. Atas nama Z ditangkap di banda Aceh, sudah berbaiat denga ISIS dengan pemimpin yang lama dan baru. MFJ ditangkap 16 November. SS ditangkap di Medan, mengetahui Senjata rakitan oleh K.

Kata dia, sebanyak 4 tersangka menyerahkan diri. Mereka adalah W, DS, IF, DS pada 17 November 2019 di Sumut. Mereka aktif di jaringan JAD pimpinan Y.

"Tersangka berikutnya AH. Tersangka meninggal saat penangkapan, dua orang. Satu anggota densus mengalami luka. Atas nama saudara MP, MP ditangkap pada hari Kamis tanggal 16 November di wilayah Medan. K, ini tersangka meninggal dunia. Ditangkap 16 November 2019 di Medan, berperan mengumpulkan bahan-bahan merakit bom. Melakukan pembuatan bom untuk RMN," katanya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme