Ma'ruf Amin: Jangan Sampai Masjid Disusupi Narasi Permusuhan dan Ujaran Kebencian

Narasi dan ujaran kebencian merupakan bentuk penyimpangan fungsi masjid

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Jumat, 22 Nov 2019 21:15 WIB

Author

Frans Mokalu

Ma'ruf Amin: Jangan Sampai Masjid Disusupi Narasi Permusuhan dan Ujaran Kebencian

Wapres Ma'ruf Amin membuka Festival Tajug 2019 di Cirebon. Acara itu dihadiri oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon. KBR/Frans M

KBR, Cirebon - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masjid dijaga fungsinya sebagai sarana dakwah sesuai nilai keislaman yang penuh kedamaian. Ma'ruf menekankan jangan sampai masjid disusupi narasi permusuhan dan ujaran kebencian. 

Hal ini diungkapkan Ma'ruf saat membuka Festival Tajug 2019 di Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019). Tajug dalam bahasa Cirebon berarti masjid. 

"Masjid harus diisi narasi mengenai saling mencintai, saling menyayangi, saling membantu, saling menolong. Jangan sampai ada distorsi penggunaan masjid dari fungsi yang sebenarnya," kata Ma'ruf.

Kata Ma'ruf, masjid harus dijaga dari pengajaran, khotbah, pengajian maupun dakwah yang tidak sesuai dengan ajaran ulama terdahulu seperti Sunan Gunung Jati.

"Masjid adalah media yang ampuh untuk mengembangkan ajaran Islam secara damai. Peran masjid sampai hari ini masih tetap relevan dalam pembangunan umat," imbuh Ma'ruf.

Ketua MUI nonaktif ini mengingatkan bahwa masyarakat dan para ulama juga punya tanggung jawab menghentikan narasi kebencian dan permusuhan.

"Mari kita hentikan, kita kubur narasi sumpah serapah, permusuhan, maki-maki dan sebagainya. Kita gantikan dengan pesan yang membawa kesejukan dan kerukunan," pungkasnya.

 Editor: Ninik Yuniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme