FSGI Minta Kurikulum Pendidikan Dievaluasi, Bukan Dirombak Total

"Jadi dibutuhkan kajian yang betul-betul komprehensif dan mendalam, baru dilihat di mana perbaikan (Kurikulum 2013), tetapi bukan dirombak secara total."

BERITA | NASIONAL

Senin, 25 Nov 2019 15:44 WIB

Author

Kevin Candra, Adi Ahdiat

FSGI Minta Kurikulum Pendidikan Dievaluasi, Bukan Dirombak Total

Kegiatan belajar-mengajar di tenda pengungsian korban gempa Maluku, Pulau Haruku, Maluku Tengah, Rabu (9/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem menyinggung bahwa kurikulum pendidikan Indonesia masih bermasalah.

Dalam pidato yang ia sampaikan di Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019), Nadiem menyebut kurikulum saat ini begitu padat, sehingga membatasi ruang gerak guru dalam mengajar dan berinovasi.

Tapi, berbeda dengan Nadiem, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) justru menilai Kurikulum 2013 yang berlaku sekarang sudah cukup baik.

Menurut Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) FSGI Satriwan Salim, jika pemerintah hendak membuat kebijakan baru soal kurikulum, harus ada evaluasi terlebih dulu atas pelaksanaan Kurikulum 2013. 

"Jadi evaluasi dulu (Kurikulum) 2013, saya pikir (Kurikulum) 2013 sudah merepresentasikan apa yang diinginkan oleh dunia pendidikan itu sendiri, yaitu siswa itu tidak hanya diorientasikan pada capaian akademik atau pengetahuan saja, tetapi juga ada sikap di dalamnya, termasuk ada keterampilan di dalamnya," ujar Satriwan kepada KBR, Senin (25/11/2019).

Satriwan menilai pelaksanaan Kurikulum 2013 belum optimal karena sosialisasinya masih minim.

"Karena kita melihat jumlah guru kita sangat besar, siswa kita sangat besar, belum lagi ditambah karakteristik sekolah-sekolah kita yang sebarannya itu sangat ekstrem, ada yang aksesnya susah sekolahnya, ada yang di perkotaan besar, ada yang internet belum masuk, jadi tentu kemampuan berbeda-beda," kata Satriwan.

"Jadi dibutuhkan kajian yang betul-betul komprehensif dan mendalam, baru dilihat di mana perbaikan (Kurikulum 2013), tetapi bukan dirombak secara total," lanjut dia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor