Brimob Tak Akan Tarik 7 Ribuan Pasukannya dari Papua Hingga 2020

"Sampai sekarang ini yang sudah tergelar di sana, kurang lebih hampir 7.000. Baik itu yang konflik sosial, yang kemarin. Baik operasi Nemangkawi, pengejaran KKB itu, maupun pengamanan objek vital,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Nov 2019 20:15 WIB

Author

Lea Citra

Brimob Tak Akan Tarik 7 Ribuan Pasukannya dari Papua Hingga 2020

Ilustrasi anggota Brimob

KBR, Jakarta - Brigade mobil (Brimob) Mabes Polri tak akan menarik sekitar 7.000 anggotanya dari Papua, hingga 2020.

Wakil Komandan Korps (Wadankor) Brimob Polri, Abdul Rakhman Baso mengatakan, pasukan takkan ditarik hingga ada perintah dari Kapolri.

Menurutnya, pasukan akan ada di Papua hingga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Abdul Rakhman mengklaim, pasukan di Papua akan ditarik ketika keadaan benar-benar kondusif.

"Sampai sekarang ini yang sudah tergelar di sana, kurang lebih hampir 7.000. Baik itu yang konflik sosial, yang kemarin. Baik operasi Nemangkawi, pengejaran KKB itu, maupun pengamanan objek vital, pengamanan, back up wilayah Polres, Polsek yang rawan. Terutama dari Puncak Jaya. Sampai hari ini perintah penambahan belum ada, tapi perintah siaga sudah. Untuk antisipasi 1 Desember ini. Sampai 7.000 lebih," katanya ditemui di Mako Brimob, Depok, Kamis (14/11/2019).

Abdul Rakhman Baso mengaku, Brimob juga bersiaga menjelang deklarasi berdirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019 mendatang.

Sebelumnya, Juru Bicara Mabes Polri, Muhammad Iqbal mengklaim tak ada pengamanan khusus menjelang peringatan deklarasi berdirinya OPM, 1 Desember 2019.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor