BKSDA Aceh Evakuasi Orang Utan Buta dengan 24 Peluru di Badan

"Untuk mempercepat penanganan medisnya satwa tersebut dibawa ke pusat rehabilitasi"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 29 Nov 2019 10:02 WIB

Author

Alfath Asmunda

BKSDA Aceh Evakuasi Orang Utan Buta dengan 24 Peluru di Badan

Petugas memeriksa kondisi orang utan yang buta akibat ditembak senapan angin. (Foto: BKSDA Aceh)

KBR, Aceh–  Seekor orang utan Sumatera diselamatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), di kawasan hutan Desa Teungoh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, sepekan lalu.

Saat ditemukan, di tubuh orang utan berusia sekitar 25 tahun itu bersarang 24 peluru senapan angin. Bahkan, kedua bola mata satwa dilindungi itu mengalami kebutaan sebab terluka parah.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, mengatakan keberadaan orang utan itu diketahui usai warga melaporkannya. Saat dievakuasi tim BKSDA dan YOSL-OIC, terlihat orang utan tersebut mengalami permasalahan pada bagian penglihatan dan berjalan di atas tanah.

"Dari hasil pemeriksaan di lapangan yang dilakukan OIC memang di situ terlihat bahwa (orang utan) itu terluka karena senapan angin. Untuk mempercepat penanganan medisnya satwa tersebut dibawa ke pusat rehabilitasi yang ada di Sibolangit, Sumatera Utara," kata Agus, di Banda Aceh saat dikonfirmasi KBR, Kamis (28/11/2019).

Agus menyebutkan, hasil pemeriksaan sinar x teridentifikasi ada 24 peluru tersebar di seluruh tubuh orang utan tersebut. 16 peluru pada bagian kepala, 4 peluru di kaki dan tangan, 3 peluru di daerah panggul, dan 1 peluru di perut.

Sementara mata orang utan Sumatera itu tidak bisa diselamatkan. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, kata Agus, bola mata kanan tampak merah sementara bola mata kiri keruh diduga karena cedera yang terjadi lebih dahulu dibanding bola mata kanan. Saat ini satwa dilindungi itu dirawat intensif di Stasiun Karantina orang utan Mbelin Sibolangit, Sumatera Utara.

Belakangan, usai dievakuasi orang utan tersebut diberi nama Paguh, yang berarti kuat dan tangguh dalam Bahasa Karo.


Baca juga: 

 Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Majalah Time Menobatkan Greta Thunberg sebagai Person of the Year

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18