Berubah Jadi Bank Digital, Dirut BRI Janji Tidak Ada PHK

"Pekerjaan yang bisa diambil mesin akan dilakukan mesin."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 27 Nov 2019 19:02 WIB

Author

Adi Ahdiat

Berubah Jadi Bank Digital, Dirut BRI Janji Tidak Ada PHK

Ilustrasi: Pekerja perbankan sedang menghitung uang secara manual. (Foto: www.setkab.go.id)

KBR, Jakarta- Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso menegaskan BRI bakal berfokus menerapkan sistem perbankan digital mulai tahun depan.

"Kita ingin melakukan transformasi digital dengan investasi ke teknologi informasi, dan transformasi culture agar fit dengan digital," kata Sunarso dalam rapat dengan DPR di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (27/11/2019).

"Upaya transformasi digitalisasi ini untuk menurunkan operasional cost dan operasional risk yang tinggi," lanjut dia.

Sunarso mengakui akan ada sejumlah bidang pekerjaan yang diambil alih oleh mesin. Namun, ia berjanji hal ini tidak akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK)

"Pekerjaan yang bisa diambil mesin akan dilakukan mesin. Tapi sumber daya manusia yang sudah ada akan jadi pendamping atau penyuluh digital banking kepada masyarakat," ujar Sunarso.

"Tidak ada PHK gara-gara pelaksanaan digitalisasi," tegasnya.


Baca juga:

4 Teknologi Ini Ancam Nasib Karyawan Bank

Kemenaker: Era 4.0 Akan Ada Pekerjaan Hilang, Tapi Jangan Pesimis


'Ramalan' Otomatisasi di Industri Keuangan

Menurut World Economic Forum (WEF), perbankan memang merupakan salah satu industri yang berpeluang besar mengalami otomatisasi.

Dalam The Future of Jobs Report (2018), WEF menyebut dalam beberapa tahun ke depan industri jasa keuangan akan makin banyak menggunakan teknologi, khususnya untuk menangani pekerjaan yang terkait administrasi, interaksi dengan nasabah, serta pemrosesan data. 

Laporan itu menyebut mulai tahun 2022 industri keuangan akan semakin banyak membutuhkan pekerja manusia dengan keahlian analis data, spesialis teknologi digital, dan sebagainya.

Namun, kebutuhan akan pekerja seperti teller, data entry, credit officer, akuntan, manajer administrasi, dan semacamnya akan semakin berkurang. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme