Share This

Sidang E-KTP, Nazar Lihat Ganjar Terima Uang 500 Ribu Dolar

"Ganjar kemudian datang ketemu saya, Andi, dan Bu Mustokoweni untuk terima uang US$500 ribu. Dia kemudian bilang ke saya, ini kebersamaan biar program besarnya jalan.”

BERITA , NASIONAL

Senin, 20 Nov 2017 19:43 WIB

Author

Ade Irmansyah

Sidang E-KTP, Nazar Lihat   Ganjar Terima Uang  500 Ribu Dolar

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin (kiri) dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (20/11). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Bekas Bandahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin dalam berita acara pemeriksaannya (BAP) mengaku mengetahui soal penerimaan uang sebesar US$ 500 ribu kepada Ketua DPR Setya Novanto dalam proyek e-KTP.  Selain itu dalam BAP juga, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu juga memastikan, jumlah uang yang sama juga diterima oleh Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng.

Menurut dia uang tersebut diterima langsung oleh keduanya sebagai bagian dari jatah pengamanan proses anggaran proyek yang mamakan keuangan negara sebesar Rp 5,9 triliun lebih.

"Ada lagi yang membawa nama Setya Novanto ini di ruang kerjanya, anda masih ingat?," Tanya ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jhon Halasan Butarbutar kepada Nazaruddin didalam persidangan korupsi E-KTP untuk tersangka Andi Narogong, Senin (20/11).

"Lupa saya yang mulia," jawab Nazaruddin.

"Ada keterangan saudara, penyerahan tersebut diserahkan di ruang saudara Setya Novanto di lantai 12 gedung Nusantara DPR. Uang kemudian dibagi dua 500 ribu untuk Setya Novanto dan 500 ribu untuk Melkias Mekeng sendiri. Bagaimana ini, benar?," tanya Jhon lagi.

"Lupa saya, mungkin itu ceritanya Mirwan Amir yang mulia," jawabnya lagi.

"Tapi ini keterangan saudara kepada penyidik?," tanya Jhon lagi.

"Lupa saya yang mulia," jawab Nazar lagi.

"Tapi ketika anda akan menandatangani BAP penyidik ini tempo hari sudah ada baca? Karena benar kemudian anda teken (tanda tangani)," Hakim Jhon menegaskan lagi.

"Iya," jawab Nazar singkat.

Di dalam BAP Nazar juga dijelaskan Penyerahan uang ini juga berlaku pada sejumlah anggota dewan lain yang masuk dalam daftar penerima jatah proyek e-KTP.  Salah satu yang menerima uang cukup besar diantaranya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Nazar mengatakan, melihat sendiri penyerahan uang sebesar 500 ribu US Dolar kepada Politisi PDI Perjuangan itu di Gedung DPR RI.

"Ganjar kemudian datang ketemu saya, Andi, dan Bu Mustokoweni untuk terima uang US$500 ribu. Dia kemudian bilang ke saya,  ini kebersamaan biar program besarnya jalan.”

Nazaruddin menambahkan, bekas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga ikut menikmati aliran uang proyek e-ktp. Dia mengaku diberitahu oleh Andi Narogong alias Andi Agustinus, bekas Gubernur Sumatera Barat itu menerima uang dalam dua kali pengiriman yaitu sebesar 2 juta dollar AS dan 2,5 juta dollar AS.

Menurut dia, uang diserahkan sebelum Mendagri menandatangani penetapan pemenang lelang proyek e-KTP.

"Itu sudah diserahkan. Kalau tidak, penetapan pemenang tidak akan terealisasi. Penetapan pemenang ada di Menteri," tambahnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.