Share This

Setnov Kecelakaan, IDI Tunggu Surat KPK untuk Periksa

"Prinsipnya kita menunggu perintah dari KPK. Kita tidak bisa inisiatif."

NASIONAL

Kamis, 16 Nov 2017 21:54 WIB

Ria Apriyani
Author

Ria Apriyani

Mobil yang diduga digunakan Ketua DPR Setya Novanto saat mengalami kecelakaan, Kamis (16/11). (Sumber: Medsos)

KBR, Jakarta- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) siap memberikan opini alternatif terkait kondisi kesehatan tersangka kasus KTP elektronik, Setya Novanto. Sekretaris Jenderal IDI Adib Khumaidi mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan surat permintaan jika memang opini itu diperlukan.

"Prinsipnya kita menunggu perintah dari KPK. Kita tidakĀ  bisa inisiatif. Second opinion itu kan KPK," ujar Adib kepada KBR, Kamis (16/11).

Baca: Setnov Gegar Otak

Setya Novanto sebelumnya pernah mangkir dari pemeriksaan KPK dengan alasan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ketika itu KPK sudah mengirimkan surat permintaan agar IDI memeriksa kesehatan politikus Golkar. Namun sebelum itu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghapus status tersangka Novanto.

Kini setelah sempat hilang, Setya Novanto dilaporkan kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan menuju KPK.

Editor: Rony SitanggangĀ 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.