Allan Nairn: CIA Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Munir

Pemerintah Amerika juga diminta bertanggung jawab.

BERITA

Selasa, 04 Nov 2014 10:10 WIB

Author

Evilin Falanta

Allan Nairn: CIA Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Munir

allan nairn, hendropriyono, munir, pelanggaran HAM

KBR, Jakarta – Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn mendesak Komnas HAM untuk segera menyeret bekas Kepala BIN Hendropriyono ke Pengadilan HAM. Dalam wawancaranya dengan Allan Nairn pertengahan Oktober lalu, Hendropriyono mengaku bertanggung jawab secara komando atas pembunuhan aktivis HAM Munir, juga dalam kasus Talangsari dan Timor Timur 1999. 


Berikut pernyataan lengkap Allan Nairn soal ini. 


“Menurut saya Jenderal Hendropriyono harus diadili dengan sponsor-sponsornya dari pemerintah Amerika. Jenderal Hendropriyono sudah bilang sama saya bahwa dia kerja sama dengan CIA Amerika. Ada fakta bahwa waktu pembunuhan Munir ada hubungannya antara BIN dan CIA.”


“Jadi menurut saya pemerintah Amerika juga harus bertanggung jawab atas kejahatan oleh jenderal-jenderal yang mereka sponsori. Menurut saya, harus diadili juga jenderal-jenderal dan orang-orang lain terkait dengan pembunuhan orang sipil seperti Wiranto, Hendropriono, Ryamizard Ryacudu (sekarang Menteri Pertahanan – red), Sjafrie, As’ad dari BIN, dan lain-lain. Kemudian orang CIA Amerika, DIA Amerika, Pentagon Amerika sampai presiden-presiden Amerika yang pernah kasih uang untuk pelatihan, alat-alat waktu mereka sedang bunuh orang sipil.”


“Pemerintah Amerika sudah tahu bahwa klien-klien mereka jenderal-jenderal Indonesia itu terkait dengan pembunuhan orang sipil. Jenderal Hendropriyono juga bilang sama saya bahwa dia suruh semua dokumen-dokumen rahasia yang ada di dalam BIN, Polri, TNI, dan juga dalam CIA, NSA, White House Amerika semua dokumen rahasia itu yang terkait dengan tiga kasus ini Munir, Talangsari, dan Timor-Timur tahun 1999 harus diumumkan. Menurut saya itu soal penting karena misalnya sekarang ini Jaksa Agung Indonesia bisa minta dari pemerintah Amerika oke kasih dokumen CIA, Pentagon sama kami. Juga Pak Presiden Jokowi bisa perintah sama Polri, TNI, BIN, dan lain-lain mengumumkan dokumen-dokumen itu karena Hendropriyono sudah setuju.”

 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu