KPU Manokwari: 500 Pemilih Belum Kantongi NIK

KBR68H, Jakarta - Sebanyak 500 warga di Kabupaten Manokwari, Papua Barat hingga kini belum memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK.

BERITA

Senin, 04 Nov 2013 15:10 WIB

Author

Sasmito

KPU Manokwari: 500 Pemilih Belum Kantongi NIK

KPU Manokwari, DPT, NIK

KBR68H, Jakarta - Sebanyak 500 warga di Kabupaten Manokwari, Papua Barat hingga kini belum memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK. Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Albert Burwos mengatakan, ratusan orang  tersebut sudah diverifikasi dan merupakan pemilih potensial pada pemilu tahun depan. Ia berharap, KPU pusat segera memproses NIK mereka sebelum pemilu legislatif berlangsung, April tahun depan.

“Kalau no NIK dan KK ini kami juga tidak bisa memberikan kepada yang sisa ini. Karena bukan kerja KPU, tapi kami minta ke Pemda. Tapi karena tidak ada ya kami tetap daftarkan sebagai pemilih. Ada sekitar 500 pemilih, kami berharap tetap didaftarkan sebagai pemilih. Karena kalau tidak kita sudah menyalahi undang-undang, ” ujar Albert Burwos di gedung KPU Jakarta, Senin (04/11).

Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Albert Burwos menambahkan, total pemilih di Kabupaten Manokwari sebanyak lebih dari 175 ribu pemilih (WEB: 175.166 pemilih). Data tersebut diambil dari data pemilih saat Pemilihan Gubernur Papua Barat lalu.

Sebelumnya, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nasrullah menilai, Komisi Pemilihan umum (KPU) dapat mengumumkan penetapan DPT hari ini. Meski, kata dia, hingga kini masih banyak ditemukan masalah, semisal soal NIK. Nasrullah mengatakan, persoalan pemilih yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat dibenahi setelah penetapan DPT.


Editor: Suryawijayanti  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)