Bagikan:

KPU: Banyak DPT Bermasalah di Lapas

KBR68H, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, banyak warga binaan yang menempati lembaga pemasarakatan tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK.

BERITA

Senin, 04 Nov 2013 08:33 WIB

KPU: Banyak DPT Bermasalah di Lapas

KPU, DPT, lapas

KBR68H, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, banyak warga binaan yang menempati lembaga pemasyarakatan tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK.

Anggota KPU Arief Budiman mengatakan, hal itu disebakan petugas lapas yang tidak pernah mencatat nomor induk narapidana yang baru masuk. Permasalahan inilah yang sampai saat ini belum terselesaikan oleh KPU. Padahal, hari ini penetapan Daftar Pemilih Tetap, DPT akan dilakukan.

“Pertama soal NIK ada beberapa pemilih sampai hari ini tidak memiliki NIK. Baik sebabkan ketika kita data, mereka berada di Lapas. Di lapas itu, pihak lapas itu ketika menerima mereka tidak ada format mencatat nomor induk mereka. Karena yang catat kasusnya, “ ujar Arif Budiman di Program Sarapan pagi KBR68H, Senin (04/11).

Anggota KPU Arief Budiman menambahkan, selain di lembaga pemasyarakatan, persoalan lain terkait dengan ketiadaan NIK terdapat pada warga yang tinggal di asrama atau pesantren. Sebagian besar dari mereka merupakan pemilih pemula, yang tidak mengetahui NIK mereka.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal menentukan sikap terkait rencana penetapan Daftar Pemilih Tetap DPT oleh KPU hari ini. Pasalnya masih terdapat banyak masalah dalam penetapan DPT.

Anggota Bawaslu Nasrullah mengatakan, salah satu masalah itu adalah banyaknya pemilih yang belum memiliki Nomer Induk Kependudukan (NIK). Nasrullah menilai, persoalan pemilih yang belum memiliki Nomer Induk Kependudukan (NIK) dapat dibenahi setelah penetapan DPT.

Editor: Suryawijayanti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending