Anak Jalanan Belajar Lewat Grafiti

Selasa, 19 Nov 2013 14:24 WIB

Author

Eli Kamilah

Anak Jalanan Belajar Lewat Grafiti

Grafiti, Graffiteach, anak jalanan, tembok kota, Grogol

KBR68H, Jakarta- Coba deh perhatikan tembok-tembok beton yang ada dibawah kolong jembatan Jakarta. Disana banyak kan gambar maupun tulisan berwarna-warni yang indah. Itu dinamakan grafiti, sobat teen. Tembok-tembok itu sebagian dilukis oleh tangan-tangan anak jalanan. Mereka diajarkan melukis graffiti oleh Kakak-kakak yang peduli terhadap pendidikan anak-anak jalanan ini. Nah, Kak Eli Khamilah turun ke jalan untuk melihat kegiatan belajar grafiti anak-anak jalanan ini. Seperti apa ya? Yuk Kita simak Cerita Kita.


Kolong jembatan Grogol, Jakarta Barat ramai banget dengan sekumpulan anak jalanan. Kali ini mereka sedang asik belajar membuat graffiti.
Kalian tahu kan apa itu grafiti? Itu loh seni menggambar dengan medium tembok yang dicat warna-warni. Bentuk gambarnya bisa berupa simbol, kata atau kalimat tertentu.


Keceriaan tampak terpancar dari wajah anak-anak jalanan ini. Mereka bernyanyi sambil melukis tembok-tembok besar di bawah kolong jembatan.


Mawar salah satu anak jalanan mengaku senang bisa belajar menggambar lewat tembok seni ini. “Gambar pahlawan, Graffiti, jam dan dinosaurus. Sama cita-cita, tapi udah dihapus. (Mawar lebih suka mana gambar atau kertas?) kaya gini sih, karena bagus aja gambarnya,” cerita Mawar soal gambarnya. 


Apalagi Dendi, ia antusias banget belajar menggambar grafiti. “Suka ngga dengan pelajaran grafiti kaya gini? Suka Kak, seru ada gamesnya, tapi tambah enak. Gambar kaya gini mau belajar kaya mereka? Mau!” kata Dendi menjawab pertanyaan Kak Eli. 


Sobat teen, anak-anak jalanan ini diajarkan oleh Kak Felicia Hutabarat. Dia salah satu penggagas Graffiteach yang peduli dengan pendidikan anak-anak jalanan. Katanya, tembok jalanan dipilih sebagai media belajar lantaran dekat dengan keseharian anak jalanan ini.


“Ketika kita berangkat ke kantor dan pulang, kadang lembur, mereka sekolah. Ternyata kenyataannya mereka banyak yang tidak sekolah, mereka lebih senang cari uang di jalanan. Terus apa yang kita bisa bikin, kalau mereka ngga mau sekolah. Kenapa ngga sekolah itu kita bawa ke jalanan. Dengan media apa, kalau dengan buku dan pamphlet mereka kurang tertarik. Kita mencari media dekat dengan mereka, dan sekarang street art itu memang sudah jadi seni yang diapresiasi, kenapa kita ngga gunakan itu untuk menarik anak jalanan,” kata Kak Felicia. 


Sayangnya, beberapa waktu lalu sarana belajar mereka ini sempat dilarang loh sama Pemprov DKI Jakarta. Hasil kreasi anak-anak jalanan di tembok-tembok jalan sempat hilang alias dihapus.


Namun, akhirnya Kak Felicia bersama Yayasan Sahabat Anak menyakinkan Pemprov DKI Jakarta bahwa lukisan mereka di tembok bukan untuk merusak tapi memperindah lingkungan kota. 


“Sebenarnya yang kita harapkan mereka mau sekolah lagi. Mungkin mereka berpikir ah mending di jalan, cari duit dapat duit. Belajar itu boring, membosankan. Tetapi dengan membawa sesuatu yang menarik dengan graffiti, ternyata belajar itu menyenangkan itu, ternyata seru. Dan kita berharap street artist juga bisa memotivasi mereka. Ke depan kita tertarik untuk belajar lagi dan mereka bisa kembali ke sekolah,” jelas Kak Felicia. 


Gurbernur DKI Jakarta, Pak Jokowi pun memberikan sinyal positif bagi kegiatan anak-anak jalanan ini. “Bukan kita ngga boleh, boleh, lah kita ngga masalah, Tetapi nanti ditentukan tembok yang mana, temanya apa,” kata Pak Jokowi. 


Nah, gitu dong Pak! Daripada mereka membuang waktu ditengah jalanan ibukota, lebih baik mereka menuangkan kreatifitasnya dengan seni graffiti kan!

Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia