Ada Internet di Rumah Singgah!

Anak-anak lagi asik banget bermain internet di Rumah Singgah Swara yang letaknya enggak jauh dari stasiun Jatinegara, Jakarta.

Jumat, 01 Nov 2013 12:19 WIB

Author

Evilin Falanta

Ada Internet di Rumah Singgah!

Rumah singgah, internet, IT Centre, anak jalanan, Rumah Singgah Swara

Mengakses internet bagi anak-anak jalanan bukan perkara gampang. Meski sudah banyak warung internet tetap saja butuh uang buat bayar sewanya. Iya enggak?  Tapi bagi anak jalanan di Jakarta, khususnya kawasan Jatinegara, akses internet bukan lagi masalah. Mereka bisa mampir ke rumah singgah yang lengkap dengan fasilitas internet! Mereka bisa bermain dan belajar internet secara gratis di IT Centre tersebut. Wah asyik ya! Kak Evilin Falanta mengunjungi IT Center tersebut. Yuk ikutin perjalanannya di Cerita Kita berikut ini.


Anak-anak lagi asik banget bermain internet di Rumah Singgah Swara yang letaknya enggak jauh dari stasiun Jatinegara, Jakarta.
Sekarang di rumah singgah anak jalanan itu, sudah berdiri IT Centre atau lebih tepatnya tempat untuk mengakses internet seperti di warnet. Jadi, mereka bisa belajar komputer dan internet secara gratis. Horeee..


Kata  Ketua Satgas Perlindungan Anak, Om Muhammad Ihsan, IT Centre ini sangat penting bagi anak-anak jalanan. Soalnya,  saat ini kemajuan teknologi semakin gencar menarik perhatian anak-anak. Kalau salah memanfaatkannya, anak-anak bisa terjerumus pada hal-hal negatif seperti pornografi. 


“Baik kita fasilitasi maupun tidak, pasti mereka akan mencari baik dari warnet ataupun handphone. Nah, daripada mereka liar tanpa terkendali, maka rumah singgah ini bikin IT Center. Tujuannya agar mereka berada di tempat yang ada orang dewasa membimbingnya. Kalau mereka main di warnet lalu searching di internet mencari sesuatu, atau disuguhkan dengan film porno, kemudian itu jadi prilaku dia dan dia coba ke teman-temannya kan itu bahaya. Tapi, kalau disini kan kita bisa menjelaskan apa yang penting untuk mereka cari dan gimana menggunakan itu,” kata Om Ihsan.


Nah sobat teen juga harus pandai memilah informasi saat berhadapan dengan dunia internet.  


Akses internet itu enggak murah sobat teen. Misalnya nih, minimal kita punya peralatannya. Lalu, juga harus ada uang buat pulsa atau berlangganan internet. Kita harus punya uang kalau mau akses internet lewat warung internet. Hambatan itu juga dirasakan sama Siti Sulastri dari SMK Bakti Pertiwi Jakarta Timur. Makanya dia membatasi penggunaan internet.


“Kalau misalkan ada tugas kan ke warnet cari informasi  kayak kalau dikasih tugas IPA. Ya, pokoknya  buat cari tugas gitu, kadang main juga sih. (Itu tiap ke warnet kamu harus bayar berapa?) emmm enggak sampai berjam-jam sih, paling Cuma berapa menit aja,” kata Siti.
Beda lagi sama Reza. Siswa kelas 4 di SD Cipinang Besar Utara ini lebih sering ke warnet hanya untuk bermain games online.   “(Reza biasa ke warnet? ) iya. (Apa aja yang kamu buka kalau main di warnet?) Facebook sama main games-games. (Kamu bisa main warnet darimana sih? apa belajar sendiri atau diajarin teman?) saya diajarin sama saudara saya,” cerita Reza. 


Sobat teen bermain internet sih boleh saja ya, asalkan bisa dimanfaatkan dengan benar.  Teman-teman kita seperti Siti dan Sari berharap agar IT Center ini bisa menjadi sarana pengetahuan bagi mereka dan anak-anak jalanan lainnya.


“Dengan adanya IT Center ini aku enggak perlu ke warnet lagi dan buang-buang biaya,” komentar Siti. “Ingin belajar lebih banyak aja yang belum saya tahu, kayak bahasa inggris dan matematika. Kan darisitu kita bisa belajar lebih luas lagi,” tambah Sari.



Editor: Vivi Zabkie.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perkara Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Diminta Diselesaikan di Luar Pengadilan