covid-19

Status Waspada, Gunung Api Ile Lewotolok di NTT Erupsi 26 Kali per Hari

Hingga saat ini status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada level III atau waspada.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 08 Okt 2021 14:37 WIB

Author

Muthia Kusuma

Gunung Ile Lewotolok Erupsi

Lontaran lava pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Kamis, (29/7/2021). (FOTO: BNPB)

KBR, Jakarta- Gunung api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggata Timur, hingga kini masih menunjukkan aktivitas vulkanik sejak erupsi pada Desember tahun lalu. Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Lembata, Geril H. Noning mengatakan erupsi gunung api tersebut dapat terjadi hingga puluhan kali dalam sehari.

“Peningkatan sejak awal bulan ini. Bahkan sebelumnya sudah dua minggu bisa 25 hingga 26 kali erupsi per hari,” jelas Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Lembata, Geril H Noning, Kamis (7/10) malam. 

Geril menjelaskan, gunung api yang berada di bagian utara Pulau Lembata itu rata-rata mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian hingga 800 meter dari puncak. Beberapa waktu tertentu, hujan abu vulkanik juga turun dan berdampak ke sejumlah wilayah penyangga gunung api tersebut.

Kendati demikian, warga di sekitar gunung tetap tenang dan menyesuaikan diri, serta dapat mengikuti arahan dari pihak yang berwenang.

Sebagai upaya mitigasi dan penguatan kapasitas, BPBD Kabupaten Lembata telah aktif memberikan sosialisasi terkait erupsi Ile Lewotolok.

BPBD Kabupaten Lembata juga telah menyiapkan tempat pengungsian masyarakat, serta jalur evakuasi menuju tempat-tempat pengungsian apabila terjadi erupsi.

Karena itu, masyarakat di sekitar gunung maupun wisatawan diharapkan tidak beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat Desa Jontona diminta selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung.

Baca juga: Tiga Gunung di NTT Bergolak Pascaletusan Rokatenda

Rekomendasi PVMBG

Sementara itu, berdasarkan data pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG0, pada Jumat, (8/10/2021), pukul 00.00-06.00 WITA, Gunung Ile Lewotolok teramati jelas. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 100-300 meter di atas puncak kawah.

Selama enam jam terakhir juga tercatat 6 kali letusan dengan tinggi 300 meter dengan warna asap putih dan kelabu. Gemuruh dan dentuman terpantau lemah hingga kuat dan teramati lontaran material lava pijar kurang lebih 300 mdpl.

Hingga saat ini status gunung api tersebut masih berada pada level III atau waspada.

PVMBG memberikan rekomendasi kepada seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung api yang tidak jelas sumbernya. 

Selain itu, pemerintah daerah, BPBD provinsi dan kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, Jawa Barat.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?