Usai Pelantikan, Jokowi Undang Presiden PKS ke Istana

"Pertemuan itu baik-baik saja, tapi timing-nya harus dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Supaya tidak menimbulkan salah paham, tidak menimbulkan salah persepsi."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 16 Okt 2019 16:34 WIB

Author

Dian Kurniati, Valda Kustarini

Usai Pelantikan, Jokowi Undang Presiden PKS ke Istana

Presiden Joko Widodo menerima Presiden PKS Sohibul Iman di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/12/2015). (Foto: KSP.go.id/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut partainya telah diundang bertemu oleh Presiden Joko Widodo.

Hidayat mengatakan undangan tersebut dilayangkan Jokowi untuk Presiden PKS Sohibul Iman.

Menurut Hidayat, Sohibul bersedia bertemu Jokowi. Namun, pertemuan baru akan dilakukan setelah selesainya pelantikan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 20 Oktober mendatang.

"Supaya tidak ada kesan seolah-olah ada pertemuan itu, artinya ingin masuk koalisi, minta menteri, dan lain-lain. Saya kira waktu pertemuan itu penting untuk dipertimbangkan. Bukan menolak. Pertemuan itu baik-baik saja, tapi timing-nya harus dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Supaya tidak menimbulkan salah paham, tidak menimbulkan salah persepsi," kata Hidayat di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (16/10/2019).

Hidayat mengatakan, PKS akan menghindari semua sikap yang bisa menimbulkan persepsi publik, bahwa partainya merapat pada koalisi Jokowi.

Hidayat mengklaim PKS akan tetap menjadi oposisi di parlemen, yang menjalankan tugas pengawasan dan penyeimbang pemerintah.

Ia juga tak mempermasalahkan jika PKS menjadi oposisi tunggal di DPR, andai Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PAN nantinya merapat pada koalisi Jokowi.

Hidayat mengatakan partainya menghormati Jokowi sebagai pemenang Pemilu Presiden 2019. Namun, partainya tetap akan menjalankan tugas untuk mengkritik kebijakan Jokowi yang dianggap merugikan masyarakat.

Sikap Gerindra


Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan tiga sikap partai Gerindra  dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Apel Partai Gerindra di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Rabu (16/10/2019).

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo sudah menyerahkan konsep dorongan besar terkait ekonomi, dengan semangat ketahanan pangan, energi dan keamanan kepada Jokowi.

Dahnil mengatakan Gerindra mempersilakan Presiden Joko Widodo jika ingin menggunakan konsep tersebut.

"Pak Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara, bersilaturahim dan berkomunikasi untuk musyawarah dan mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara," kata Dahnil Azhar di Bukit Hambalang, Bogor, Rabu (16/10/2019).

Namun, jika pemerintah tidak menggunakan konsep yang diserahkan Prabowo, Partai Gerindra tetap bekerja sesuai dengan konsep tersebut. Dahnil juga mengklaim bahwa kader akan mengikuti sikap Prabowo.

Rapimnas dan Apel Partai Gerindra dilaksanakan hari ini di rumah Prabowo Subianto di Hambalang.

Dahnil mengklaim ada sekitar 2000 orang yang datang ke kegiatan ini. Rapimnas Partai Gerindra dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB dan tertutup bagi media. Hanya kader partai saja yang diperbolehkan masuk ke lokasi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik