Usai Jenguk Wiranto, Prabowo: Kekerasan Bukan Budaya Kita

Prabowo tiba pukul 18.05 di RSPAD menggunakan mobil putih berpelat B 108 PSD.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 11 Okt 2019 21:26 WIB

Author

Heru Haetami

Usai Jenguk Wiranto, Prabowo: Kekerasan Bukan Budaya Kita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Jumat (11/10) malam.

Prabowo tiba pukul 18.05 di RSPAD menggunakan mobil putih berpelat B 108 PSD. 

Prabowo mengatakan ia tidak sempat menemui langsung Wiranto di dalam. Itu lantaran Wiranto saat itu tengah tertidur. Meski begitu, bekas Pangkostrad ini menceritakan keadaan Wiranto berangsur membaik.

"Pas saya datang beliau masih tidur. Tadi saya ketemu tim dokter, ketemu ibu, Alhamdulillah kondisinya stabil. Mudah-mudahan cepat membaik," kata Prabowo di RSPAD, Jakarta, Jumat (11/10).

Prabowo mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa seniornya di ABRI itu. 

"Kita prihatin dengan aksi-aksi semacam itu. Bukan budaya kita. Kita harus hindari semua bentuk kekerasan," kaya Prabowo.

Prabowo berjanji akan datang kembali menemui Wiranto saat kondisinya pulih.

"Saya janji akan datang lagi pada saat beliau bangun," pungkasnya.

Saat ini Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Wiranto dirawat setelah sebelumnya koma akibat ditusuk terduga teroris di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Wiranto ditusuk dengan senjata tajam sejenis pisau sesaat setelah turun dari mobil di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, dalam rangka kunjungan kerja. 

Wiranto terluka di bagian perut sebelah kiri bawah dan langsung dilarikan ke RSUD Berkah, Pandeglang. Tak lama kemudian ia dibawa ke RSPAD Gatot Subroto menggunakan helikopter.

Pelaku juga melukai Kapolsek Kecamatan Menes, Daryanto, seorang warga dan ajudan Danrem. 

Dua pelaku bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya Fitri Andriana langsung ditangkap. Syahril Alamsyah berusia 31 tahun lahir di Medan, Sumatera Utara. 

Sementara istrinya Fitri Andriana kelahiran Brebes, Jawa Tengah dan saat ini berusia 21 tahun. Keduanya saat ini dikabarkan telah dibawa ke Mabes Polri. Diduga keduanya jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, pimpinan Abu Zee Ghurobah.

Densus 88 Antiteror menangkap pimpinan JAD Bekasi Abu Zee Ghurobah bersama 8 teroris lain pada 23 September lalu. Abu Zee disebut menaungi Syahril hingga menikahkannya dengan Fitri Andriani. Polisi masih mengembangkan kasus penyerangan ini. 

Editor: Sindu Dharmawan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun