Tol Laut, Jokowi: Kini Dikuasai Swasta

"Ini tolong dikejar dan diselesaikan. Sehingga tol ada, tapi harganya tetap, ya untuk apa kita membuat tol laut?

NASIONAL | BERITA

Rabu, 30 Okt 2019 15:53 WIB

Author

Dian Kurniati

Tol Laut, Jokowi:  Kini Dikuasai Swasta

Kapal Perintis Tol Laut melakukan bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo menyebut manfaat tol laut kini bukan lagi dirasakan masyarakat di kawasan tengah dan timur Indonesia, melainkan hanya dikuasai sejumlah kecil perusahaan swasta. Hal itu Jokowi katakan saat membuka rapat terbatas dengan menteri di bidang kematiriman, sepulangnya dari kunjungan kerja di Papua dan Maluku.

Dalam kunjungan itu, Jokowi mendapat aduan masyarakat soal harga yang kembali naik beberapa waktu terakhir. Jokowi pun menduga kenaikan harga tersebut disebabkan perdagangan berbagai komoditas telah dikuasai perusahaan swasta yang menjalankan praktik monopoli.

"Ini tolong dikejar dan diselesaikan. Sehingga tol ada, tapi harganya tetap, ya untuk apa kita membuat tol laut? Tol laut dibangun untuk menurunkan cost, biaya logistik kita, biaya transportasi kita, sehingga harga menjadi jatuh turun. Tapi kalau nanti hanya dikuasai satu perusahaan, munculnya beda lagi. Kita memberikan fasilitas pada dia. Ini yang tidak kita kehendaki," kata Jokowi di kantornya, Rabu (30/10/2019).

Jokowi lantas memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menelusuri kabar monopoli swasta tersebut. Jika terbukti benar, Jokowi ingin Luhut mencari solusi paling efektif untuk memotong dominasi swasta.

Jokowi berkata, pemerintah harus bisa menciptakan persaingan yang sehat di daerah, agar tak ada lagi monopoli swasta. Misalnya,  menugaskan perusahaan BUMN menjadi kompetitor agar harga bisa menurun.

Menurut Jokowi, masyarakat sempat mengapresiasi tol laut yang pada awal pengoperasiannya bisa menurunkan laju inflasi, karena harga pangan bisa ditekan 20 hingga 30 persen. Masyarakat juga meminta rute, frekuensi, armada kapal tol laut ditambah agar harga-harga komoditas semakin menurun. Namun menurut Jokowi, program tol laut akan mubazir jika tol laut hanya monopoli swasta, karena harga komoditas tetap mahal.


Baca juga:




Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15