Temukan Ratusan Lokasi Kuburan Massal, Korban 65 Lapor Komnas HAM

"Dengan adanya temuan ini saya harap komnas HAM tindak lanjuti,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 04 Okt 2019 10:35 WIB

Author

Valda Kustarini

Temukan Ratusan Lokasi Kuburan Massal, Korban 65 Lapor Komnas HAM

Korban 65 tabur bunga di lokasi Kuburan Massal di Pemalang, Jateng, Rabu (28/08/19). (Foto: Dok YPKP 65)

KBR, Jakarta-  Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) melaporkan temuan lokasi kuburan massal korban tragedi 65 kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Ketua YPKP 65 Bedjo Untung mengatakan,   telah menemukan 346 kuburan di beberapa tempat seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat dan lain sebagainya.

Bedjo mengatakan, penemukan lokasi tersebut berdasarkan informasi warga dan investigasi.

"Dengan sumber daya yang sangat pas-pasan dan nyaris kami dari biaya sendiri bisa temukan 346, karena apa? Karena YPKP memiliki kantor cabang di berbagai kota seluruh Indonesia. Nah dengan adanya temuan ini saya harap komnas HAM tindak lanjuti," kata Bedjo Untung di Kantor Komnas HAM, Kamis (3/10/2019).

Menurut Bedjo, mayoritas korban yang dikuburkan di lokasi yang ia temukan tersebut adalah orang-orang yang dituding sebagai bagian dari PKI.

Bedjo mengatakan, saat ini ada beberapa lokasi kuburan itu masih berupa hutan. Namun, ada juga yang sudah beralih fungsi menjadi bangunan. Dalam laporannya sebanyak di 346 lokasi tersebut termasuk di dalamnya 112 lokasi yang sebelumnya telah dilaporkan kepada Komnas HAM.

Pada audiensi Kamis (03/10) YPKP 65 diterima oleh Kepala Bagian Dukungan Layanan Pengaduan Komnas HAM Imelda Saragih.



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi