Setelah Setahun, Korban Gempa Palu Akhirnya Terima Bantuan Perumahan 1,9 T

"Selanjutnya akan ditransfer ke rekening perorangan, kepada masyarakat terdampak bencana, baik yang rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan,"

RUANG PUBLIK | BERITA | NASIONAL

Selasa, 08 Okt 2019 12:40 WIB

Author

Dian Kurniati

Setelah Setahun, Korban Gempa Palu Akhirnya Terima Bantuan Perumahan 1,9 T

Warga zikir bersama mengenang setahun bencana gempa di depan Masjid Arqam Baburrahman yang amblas di Palu, Sulteng, Sabtu (28/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Pemerintah akhirnya mengucurkan dana Rp1,9 triliun untuk merehabilitasi 85,7 ribu rumah rusak akibat gempa Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, September tahun lalu. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, bantuan hibah  diserahkan lewat empat kepala daerah, yaitu walikota Palu, serta bupati Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Kata Doni, dana bantuan bisa diterima warga korban gempa paling cepat pekan depan.

"Bantuan hibah daerah dari Kementerian Keuangan. Dana ini diharapkan dalam waktu tujuh hari kerja sudah masuk ke rekening kas daerah, dan selanjutnya akan ditransfer ke rekening perorangan, kepada masyarakat terdampak bencana, baik yang rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," kata Doni di kantor presiden, Selasa (08/10/2019).

Doni mengatakan, bantuan hibah senbesar  Rp1,9 triliun dibagikan untuk Kota Palu   Rp820,6 miliar, Kabupaten Sigi Rp568,6 miliar, Kabupaten Donggala Rp516,7 miliar, dan Kabupaten Parigi Moutong Rp66 miliar. Sebelum pengucuran bantuan ini, BNPB juga telah menyalurkan dana hibah luar negeri sebesar Rp235 milyar untuk 4.522 unit rumah rusak berat yang dibangun di lokasi yang sama, pada April lalu.

Doni berkata, saat ini pemerintah daerah harus melengkapi berkas-bekas administrasi dan mematuhi semua persyaratan yang diperlukan agar bantuan segera bisa disalurkan pada masyarakat. Adapun mekanisme pengelolaan hibah tersebut menggunakan mekanisme APBD dan pemanfaatannya selama 12 bulan terhitung sejak dana diterima di rekening kas umum.

Baca Juga:

BUMN dan Swasta Akan Keroyokan Bangun Rumah Tahan Gempa di Palu 

Pimpinan KPK Diminta Ikut Awasi Penyaluran Dana Bencana  


Sementara itu, pemerintah juga tengah mengerjakan program relokasi total 11.643 unit rumah warga yang sebelumnya tinggal di area likuefaksi. Kata Doni, relokasi 8.788 unit rumah akan dikerjakan Kementerian PUPR, sedangkan sisanya mendapat bantuan swasta dan organisasi kemasyarakatan.

Doni berkata, saat ini Kementerian PUPR masih mencari kekurangan 15 hektar lahan untuk pembangunan rumah, dan ditargetkan terpenuhi dalam waktu dekat.  


Mengingat Lagi Bencana Palu – Donggala

Tanggal 28 September 2018 lalu Sulawesi Tengah diguncang gempa berkekuatan sekitar 7,7 SR.

Gempa ini kemudian memicu gelombang tsunami dan menimbulkan kerusakan besar di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempa yang sama juga memicu likuifaksi (pencairan tanah) di berbagai wilayah di sekitarnya.

Menurut laporan BNPB per 7  November 2018, bencana ini mengakibatkan sekitar 2.096 orang meninggal dunia, 1.373 hilang, 4.438  luka luka berat,  dan 173.552 orag mengungsi.

Menurut perhitungan BNPB  nilai total kerusakan akibat bencana ini mencapai sekitar Rp 18,4 triliun, dengan kerusakan terbesar di sektor permukiman warga.

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh

Menteri Nadiem Ungkap Pengganti Ujian Nasional

Kabar Baru Jam 8