Serikat Guru Beri Setumpuk PR untuk Mendikbud Nadiem

"Secanggih apapun perangkat aplikasi dan kurikulum yang Mas Nadiem desain nanti, jika guru belum dibenahi kompetensinya maka akan sia-sia belaka."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Okt 2019 18:01 WIB

Author

Adi Ahdiat

Serikat Guru Beri Setumpuk PR untuk Mendikbud Nadiem

Mendikbud 2019-2024 Nadiem Makarim bersiap mengikuti foto bersama usai pelantikan menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai sektor pendidikan nasional punya banyak masalah serius.

"Pertama adalah kompetensi guru. Kompetensi guru skala nasional masih menyimpan segudang masalah," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam rilisnya yang diterima KBR, Rabu (30/10/2019).

"Mengapa kompetensi guru masih rendah? Salah satu penyebabnya adalah minimnya pelatihan guru oleh pemerintah. Di Jakarta sekalipun," lanjut Heru.

"Secanggih apapun perangkat aplikasi dan kurikulum yang Mas Nadiem desain nanti, jika guru belum dibenahi kompetensinya maka akan sia-sia belaka," katanya lagi.


Baca Juga:

Mayoritas SMA dan SMK Belum Punya Laboratorium IPA

1,2 Juta Ruang Kelas Rusak

Mendikbud Nadiem Harus Kejar Pemerataan Pendidikan Nasional 


Setumpuk PR untuk Nadiem

Di samping soal kompetensi guru, FSGI meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem bisa menyelesaikan masalah-masalah terkait:

  • Banyaknya daerah yang belum mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen;
  • Maraknya kekerasan di sekolah, baik yang melibatkan guru ataupun murid;
  • Banyaknya lulusan SMK yang menganggur, butuh perbaikan kurikulum;
  • Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang membingungkan guru, sulit diimplementasikan;
  • Distribusi guru yang tidak merata, terutama untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar); 
  • Belum adanya grand design pengelolaan guru yang holistik, dari rekrutmen, pelatihan, sampai distribusi;
  • Minimnya kesejahteraan jutaan guru honorer, masih banyak yang bergaji di bawah Rp500 ribu per bulan tapi mendapat beban kerja sama dengan guru tetap.

Selain hal-hal di atas, FSGI juga meminta Nadiem memperbaiki kinerja Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK).

"Fungsi LPTK sebagai lembaga yang menyiapkan, melatih, dan mengelola calon guru menjadi problematika tersendiri, yang juga jadi PR-nya Mas Nadiem," kata Heru.

"Harus ada perubahan radikal membenahi LPTK. Menata ulang kembali keberadaan LPTK yang tidak bermutu yang tersebar di pelosok tanah air, yang tiap semester meluluskan wisudawan calon guru tapi tak pernah ada perkuliahan," katanya lagi.

"Bila perlu Kemdikbud dapat membangun komunikasi intensif dengan kami, organisasi profesi guru dan atau tokoh-tokoh pendidikan, guna menengok kembali blue print dan grand design pendidikan Indonesia," tambah Heru.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15