Sejumlah Pemerintah Daerah Pulangkan Warganya dari Wamena

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah memastikan tidak ada warganya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 03 Okt 2019 18:21 WIB

Author

Hermawan Arifianto, Arie Nugraha

Sejumlah Pemerintah Daerah Pulangkan Warganya dari Wamena

Pengungsi Wamena yang tiba di Bandara Sulawesi Selatan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Sejumlah Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia memulangkan warganya dari Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Di antaranya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berupaya memulangkan puluhan warganya dari Wamena, Papua.

Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tindakan evakuasi warganya itu dilakukan karena ada permintaan dari koordinator warga kepadanya.

Proses evakuasi, kata Ridwan, akan dirembugkan bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua.

"Ada sekitar 50-an yang sedang kami evakuasi, sesuai permintaan dari koordinatornya di sana. Mereka, khususnya keluarga-keluarga yang ingin pulang dulu karena tempatnya memang tidak bisa dipakai karena banyak yang terbakar. Nanti kita pikirkan, mungkin saya doakan dengan kondusifitas yang makin baik suatu hari mereka masih bersemangat untuk membangun Indonesia di tanah Papua di Wamena. Tapi per hari ini, ada emergency. Daripada gimana-gimana kita lakukan seperti yang di Palu," katanya ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (3/10/2019).

Ridwan Kamil menyebut, mayoritas warga asal Jawa Barat yang akan dievakuasi itu adalah perempuan dan anak. Ia mengatakan, total keseluruhan warga asal Jawa Barat di Papua mencapai 500 orang, dan hampir seluruh warga asal Jawa Barat itu, telah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Wamena.

"Untuk warga asal Jawa Barat lainnya disana belum ada komunikasi, saya kira pasti dukung untuk dibantu. Tapi ini prioritas mengembalikan mereka (50 warga) ke tanah Jawa Barat yang lainya pasti saya bantu," ujar Ridwan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah memastikan tidak ada warganya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua.  

"Namun sampai hari ini, saya belum menerima laporan terkait hal itu," tambah Ridwan Kamil.

Selain Pemprov Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memulangkan 6 warganya yang telah ber-KTP Wamena.

Ke-6 warga Banyuwangi itu tiba dari Wamena, Kamis dini hari tadi.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Peni Hadayani mengatakan, warga Banyuwangi itu diangkut menggunakan pesawat militer Hercules TNI AU dari Jayapura menuju Bandara Abdurrahman Saleh Malang.

Enam orang yang  berhasil dipualngkan dari Wamena ini, merupakan satu keluarga yang telah lama bermukim di Wamena.

“Sudah di-assesment oleh teman- teman di lapangan untuk nanti akan melakukan trauma hiling termasuk kita berkordinasi dengan Dinas Pendidikan, bagaimana pendidikanya karena  ada yang masih sekolah. Mereka sudah ber-KTP sana Wamena kemungkinanya  dia masih tetap mau kembali atau ber-KTP sini nanti kita tanya sekarang beliaunya masih capek sekali,” katanya di Banyuwangi.

Peni Hadayani menambahkan, Dinas Sosial akan terus melakukan pendampingan, terutama pemulihan trauma terhadap warga yang baru pulang dari Wamena.

Kedatangan  warga Banyuwangi dari Wamena ini bagian dari gelombang pertama yang pulang, pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena, akhir September lalu.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi