Periode kedua, Ini Target Jokowi

Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Okt 2019 18:47 WIB

Author

Dian Kurniati

Periode kedua, Ini Target Jokowi

Presiden Joko Widodo usai pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan sejumlah target pencapaian di periode kedua pemerintahannya, bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dalam pidato kenegaraannya usai dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya, Jokowi menargetkan kemiskinan Indonesia mendekati nol persen pada 2045, dan masuk 5 besar ekonomi dunia.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045, dengan pendapatan Rp320 juta per kapita per tahun, atau Rp27 juta per kapita per bulan.

Jokowi yakin, di 2045, Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

"Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, kita sudah kalkulasi. Target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai. Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras, dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif," kata Jokowi di gedung MPR, Minggu (20/10/2019).

Jokowi juga menargetkan Produk Domestik Bruto Indonesia di 2045 tumbuh tujuh kali lipat menjadi US$7 triliun, dari US$1 triliun saat ini.

"Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton," katanya.

Jokowi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan puncak bonus demografi, karena penduduk usia produktif Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif. Sehingga, lanjutnya, pemerintah harus bisa membangun sumber daya manusia yang unggul dan menyiapkan kesempatan kerja yang besar.

"Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar," kata dia.

Target Jokowi di periode kedua pemerintahan yaitu menghapus jabatan eselon tiga dan empat pada struktur keorganisasian di kementerian/lembaga, dalam periode kedua pemerintahannya.

Menurutnya, jabatan di kementerian/lembaga selama ini terlalu banyak, tak efisien, dan menyebabkan birokrasi yang berbelit-belit.

"Saya akan minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, yang menghargai kompetensi," tegas Jokowi.

Ditambahkannya, menteri dan pejabatnya untuk serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

"Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan akan saya copot," tambah Jokowi.

Terakhir, Presiden Jokowi juga menargetkan untuk melakukan transformasi ekonomi, bertransformasi dari ketergantungan sumber daya alam, menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern.

"Yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14