Pemprov Jatim Siap Bantu Pemulangan Pengungsi Korban Koflik di Papua

"Karena sebagian besar tidak punya KTP. Kita data untuk memutuskan apakah mereka gunakan Hercules atau kapal,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 01 Okt 2019 12:46 WIB

Author

Astri Septiani

Pemprov Jatim Siap Bantu Pemulangan  Pengungsi Korban Koflik di Papua

Pascarusuh, Warga antre menaiki pesawat milik TNI di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Sabtu (28/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Surabaya- Para pengungsi asal Jawa Timur yang masih bertahan di Wamena Papua direncanakan akan diterbangkan ke Jawa Timur pada Rabu (2/10/2019). Mereka akan diangkut dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU yang mulai diperbantukan kepada Pemprov Jatim.

"Besok insyaallah akan mendarat melalui Abdurahman Saleh. Ada tiga Hercules, kalau yang lain memang masih disiapkan untuk tanggal 5 Oktober," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pawansa pada Selasa (1/10/2019).

Khofifah menjelaskan, para pengungsi itu akan dibagi dalam beberapa kelompok yang diterbangkan dari Wamena menuju Jayapura. Pemprov Jatim  sudah membentuk posko di Jayapura, untuk melakukan pendataan sesuai dengan alamat pengungsi, agar bisa dipulangkan mendekati tempat tujuan mereka.

Khofifah menuturkan, sebagaian besar warga asal Jatim yang di Papua tidak punya KTP, sehingga harus dikelompokkan kembali berdasarkan asal mereka.

"Sekarang yang kita sedang pemetaan melakukan pengadministrasian. Sudah ada posko di Jayapura. Untuk bisa membantu pengadministrasian. Karena sebagian besar tidak punya KTP. Kita data untuk memutuskan apakah mereka gunakan Hercules atau kapal," katanya.

Selain menggunakan pesawat pengangkut, rencananya Pemprov Jatim akan mengangkut para pengungsi menggunakan kapal laut. Pemulangan para pengungsi itu akan dilakukan secara bertahap setelah proses administrasi selesai. Khofifah berharap, nantinya, pemerintah pusat memberikan tambahan armada, mengingat jumlah pengungsi asal Jatim yang bertahan di Papua cukup besar.

Tenaga Kesehatan

Pemerintah menurunkan tim Satuan Tugas Gabungan beranggotakan 30 orang tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan, TNI, dan Polri untuk menangani korban kerusuhan Wamena, Papua.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, tim terdiri dari gabungan dokter umum, perawat dan petugas kesehatan lingkungan.

Tim gabungan mulai bekerja sejak 23 September lalu.

"Jadi, oleh karena itu, tenaga kesehatan gabungan, terdiri dari TNI, Polri, dan tentu dari kami, dari sipil dengan leading-nya adalah TNI-Polri. Jadi kami tentu mendukung dan kita akan bekerja sama, sehingga memudahkan, jika semisalnya juga kami izin dengan Pak Panglima, jika diperlukan bahan-bahan seperti obat-obatan dan sebagainya. Kami sudah bisa mengirim atau menitip kepada TNI, menggunakan hercules hingga bisa langsung ke daerah Wamena," kata Nila di Gedung Kemenkes, Senin (30/9/19).

Nila Moeloek menyatakan, Kementerian Kesehatan bersama TNI juga menurunkan kapal rumah sakit KRI Soeharso dengan peralatan dan petugas medis yang lengkap di kawasan lepas pantai.

"Pelayanan kesehatan korban kerusuhan ini tidak hanya terjadi di Wamena, tapi juga di Jayapura," katanya.

Nila menambahkan, selain Tim Satgas Gabungan, terdapat 31 dokter yang sudah bertugas di Wamena sejak sebelum kerusuhan.

"Dokter tersebut masih bersedia tinggal di Wamena hingga masa tugasnya usai," katanya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Geliat Perkembangan Industri Fintech di Indonesia

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Arah Kebijakan Ekonomi Kabinet Baru Jokowi