Mendikbud Minta Sekolah Tampung Anak Pengungsi Wamena

"Ada masalah karena anak-anak ini banyak yang ikut orang tuanya mengungsi. Karena itu saya imbau kepada semua sekolah yang berdekatan dengan rumah tinggal para pengungsi supaya anak-anaknya ditampung

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Okt 2019 19:45 WIB

Author

Astri Septiani

Mendikbud Minta Sekolah Tampung Anak Pengungsi Wamena

anak-anak usia sekolah yang terpaksa mengungsi dari wamena karena ikut orang tua mereka. (Foto: Antara/Achmad Sugito/Humas Linjamsos)

KBR, Jakarta - ‎Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengklaim, kegiatan belajar mengajar di Wamena, Papua sudah kembali normal, pascaaksi demontrasi yang berujung pada kerusuhan, 27 September lalu.

Meski normal, kata Muhadjir, beberapa kegiatan belajar mengajar ada yang tidak efektif, karena masih banyak anak-anak yang ikut orang tuanya mengungsi ke daerah lain.

Muhadjir meminta agar semua sekolah berperan aktif untuk mencari serta menampung anak-anak yang mengungsi agar tetap bisa belajar.

"Ada masalah karena anak-anak ini banyak yang ikut orang tuanya mengungsi. Karena itu saya imbau kepada semua sekolah yang berdekatan dengan rumah tinggal para pengungsi supaya anak-anaknya ditampung di sekolah terdekat. Dan jangan ditunggu tapi harus dicari didatangi supaya kemudian diajak segera masuk sekolah. Jangan sampai kemudian anak-anak ikut orangtuanya mengungsi kemudian sekolahnya terbengkalai," kata Muhadjir ditemui di Gedung Kemendikbud, Rabu (9/10/19).

Baca: Wiranto Minta Warga Tak Eksodus dari Wamena

Muhadjir juga memastikan anak-anak yang mengungsi bisa diterima di sekolah terdekat tempat mengungsi. Caranya lanjutnya, dengan melapor ke Dinas Pendidikan setempat.

"Bisa segera nanti segera dimasukkan ke sekolah. Nanti segera lapor ke dinas setempat. Kalau perlu ke Kemendikbud," pungkasnya.

Baca juga: Wiranto Akan Tambah Pasukan ke Wamena dan Ilaga


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun