Kebakaran Hutan Gunung Arjuna, BPBD Jatim Minta Bantuan Heli Water Bombing

"Jadi memang untuk menjangkau pakai tenaga manusia sulit karena di kemiringan 60 derajat.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 14 Okt 2019 11:32 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Kebakaran Hutan Gunung Arjuna, BPBD Jatim Minta Bantuan Heli Water Bombing

Api membakar hutan di lereng Gunung Arjuno terlihat dari Desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019). (Foto: Antara/Ari Bimo)

KBR, Surabaya- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meminta bantuan helikopter "water bombing" kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memadamkan api yang membakar lereng Gunung Arjuno kabupaten Pasuruan. Langkah itu dilakukan karena api yang berada di atas ketinggian itu, sulit dipadamkan dan dijangkau petugas di lapangan.

"Jadi memang untuk menjangkau pakai tenaga manusia sulit karena di kemiringan 60 derajat. Karena itu kami berkoordinasi dengan BNPB untuk mendatangkan waterbooming," kata kepala BPBD Jatim Subhan Wahyudiono pada Senin (14/10/2019).

Dia menjelaskan, ada tiga titik api yang membakar lereng gunung arjuno. Kobaran api ada di ketinggian 2400 mdpl dan saat ini mulai merembet keatas. Petugas sangat sulit menjangkau titik api karena    kemiringan lokasi lahan yang terbakar.

Subhan mengatakan, setiap harinya, luas wilayah yang terbakar terus bertambah karena hembusan angin yang cukup kencang di puncak Gunung Arjuno. Saat ini, ada sekitar 40 relawan yang diterjunkan untuk menyekat lokasi yang terbakar, agar tidak merembet. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak